“Selama 13 tahun. Saya sangat beruntung,” ujar Deki dengan suara bergetar.
Deki dan Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum menembus hutan hujan Sumatera siang dan malam, melintasi wilayah yang bahkan dijaga harimau, hanya untuk menemukan bunga langka ini. Dr. Chris kemudian membagikan foto Rafflesia hasseltii di akun X miliknya.
“Kami menemukannya! Kami berjalan siang dan malam melintasi hutan hujan Sumatra yang dijaga ketat oleh harimau… Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menyaksikannya mekar di malam hari. Ajaib,” tulisnya.
Penemuan bersejarah ini terjadi pada Selasa (18/11/) di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.
Dengan semakin terbukanya informasi tentang peran fauna dan kompleksitas habitatnya, penemuan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga hutan alam. Tanpa babi hutan, rusa, tupai, semut, dan komunitas hutan yang utuh, bunga ikonik ini bisa semakin sulit ditemukan atau hilang selamanya. (jpg)







