Fraksi PDIP Usulkan Penambahan Belanja Modal 20 Miliar

Juru Bicara F-PDIP DPRD Lamandau Siswanto

NANGA BULIK – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamandau meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan belanja modal sebesar Rp 20 miliar. Usulan itu sebagai upaya meningkatkan pembangunan insfrastruktur di tahun 2022.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamandau Siswanto dalam pemandangan umum fraksi dengan agenda pembahasan RAPBD Kabupaten Lamandau tahun 2022 mengatakan tahun anggaran 2022 diproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp.64.757.266.698. Terhadap persoalan ini pihaknya menyarankan agar proyeksi defisit ini betul-betul dikaji agar postur APBD tahun 2022 ini diproyeksikan dengan analisa yang matang dengan penuh pertimbangan.

“Hal ini perlu kami sampaikan bahwa silpa kita pada tahun anggaran 2020 cukup tinggi dan APBD tahun anggaran 2020 itu surplus, sehingga kami meragukan proyeksi belanja kita terlalu rendah,” ungkap Siswanto.

Apalagi ditambah beban puncak APBD berada di tahun anggaran 2022 . Karena durasi waktu pembayaran kegiatan proyek multi years, yaitu pembangunan ruas jalan Simpang Perigi Simpang Beruta, Masjid Agung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang harus dibayar tahun depan.

Untuk itu pihaknya menyarankan belanja modal sebesar Rp. 166.732.277.613 agar bisa dinaikan menjadi Rp. 186.732.277.613 atau dinaikan Rp 20 miliar  dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur di segala bidang.

Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat membacakan tanggapan eksekutif menyampaikan bahwa defisit pada RAPBD tahun anggaran 2022 dibiayai dari perkiraan silpa tahun 2021. Menurutnya  defisit yang bersumber dari dana selain DBH DR telah diproyeksikan kurang lebih sama dengan defisit pada APBD murni  2021.

“Untuk besaran defisit merupakan perkiraan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat nilai defisit yang diproyeksikan harus benar-benar dapat tertutupi dengan sumber pembiayaan yang ada,” jelasnya. (mex)

Pos terkait