Tidak Tuntas, Bikin Macet Air PDAM, Proyek Normalisasi Drainase Terancam Blakclist

Proyek Normalisasi Drainase di Jalan Tjilik Riwut Lamandau Bermasalah
BERMASALAH: Proyek drainase di Jalan Tjilik Riwut Kabupten Lamandau yang terbengkalai belum selesai. Pekerjaan ini juga sempat bermasalah karena membocorkan saluran pipa PDAM sehingga membuat warga kota Nanga Bulik kesulitan air bersih lebih dari tiga hari.

NANGA BULIK – Proyek normalisasi drainase di Jalan Tjilik Riwut, Kabupaten Lamandau mendapat sorotan anggota DPRD Lamandau. Proyek yang diproyeksikan untuk pengendalian banjir justru hingga batas akhir pengerjaan tidak kunjung selesai. Tidak hanya membahayakan masyarakat, pengerjan proyek tersebut juga merusak jaringan air PDAM dan berimbas pada distribusi air ke pelanggan selama tiga hari.

Anggota DPRD Lamandau Agustinus Assan mengatakan keluhan terhadap pengerjaan proyek tersebut banyak diterimanya secara langsung, khususnya dari warga yang rumahnya berada di dekat proyek. Tidak sedikit warga mengaku menjadi korban bahkan terperosok masuk ke dalam galian drainase. Tidak adanya papan peringatan hingga tali pembatas ditambah tumpukan material yang dibiarkan berserakan ditepi galian menjadi penyebabnya.

“Tolong pengawas dari Dinas PU bisa memperingatkan rekanan yang mengerjakan, karena sudah banyak korban akibat proyek ini. Masa pekerjaan tinggal 10 hari lagi. Rekanan yang tidak bisa bekerja profesional, harus di blacklist dan diberi pelajaran. Karena daerah yang akan rugi, anggaran tidak terserap maksimal, pekerjaan mangkrak ,tidak sesuai dengan target yang diharapkan, malah merugikan masyarakat,” ungkap Agustinus.

Baca Juga :  Fraksi Nasdem Dorong Peningkatan PAD

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Lamandau melalui Kabid Cipta Karya Rahmani Ridarsil membeberkan bahwa proyek penggalian drainase Jalan Tjilik Riwut merupakan salah satu program normalisasi drainase untuk mengantisipasi banjir yang seringkali terjadi di lokasi tersebut setiap musim penghujan. Pengerjaannya dari lampu traffic light Jalan Tjilik Riwut sampai taman depan Puskesmas Bulik.

“Ini adalah  program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase, kegiatannya pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai dalam daerah kabupaten/kota,” bebernya.

Terkait keluhan masyarakat tersebut, pihaknya mengaku telah memanggil pihak rekanan atau pemborong. Dan pihak pemborong berjanji akan langsung mengerjakan sisa pekerjaan mulai hari ini.

Pos terkait