Gagal Masuk Kalteng, Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik 

Ratusan kendaraan terpaksa putar balik
ILUSTRASI.(FAISAL/RADAR SAMPIT)

KUALA KAPUAS – Ratusan kendaraan terpaksa putar balik saat akan melintas di perbatasan Kalteng-Kalsel di Desa Anjir Serapat Timur, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas. Sebagian besar warga yang gagal masuk Kalteng tersebut tak dilengkapi persyaratan, seperti tes Covid-19.

”Mengacu surat edaran sebelumnya, , kami meminta pengendara untuk putar balik kembali ke Banjarmasin, karena tidak memiliki persyaratan masuk ke Kalteng,” kata Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kapolsek Kapuas Timur Iptu Eko Sutrisno, Jumat (7/5).

Bacaan Lainnya

Eko menuturkan, kendaraan yang dipaksa kembali ke arah Banjarmasin tersebut rata-rata mobil pribadi. Total ada 940 unit kendaraan yang gagal masuk Kalteng. ”Kami ambil tindakan tegas bagi masyarakat masuk Kapuas tanpa syarat,” ujarnya.

Mantan penyidik Propam Polda Kalteng ini menuturkan, di pos penyekatan, tak menyediakan pelayanan rapid test, sehingga masyarakat yang ingin melakukan tes cepat Covid-19 sebagai syarat masuk diminta langsung ke rumah sakit dan klinik.

Selain memaksa kendaraan putar balik, pihaknya juga mengamankan beberapa orang yang membawa surat bebas Covid-19 palsu. ”Saat ini masih dalam pemeriksaan anggota reskrim,” ujarnya.

Menurun

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencatat penurunan volume arus kendaraan dan penumpang di semua moda secara signifikan pada hari pertama pelarangan mudik.

”Berdasarkan hasil pemantauan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, jumlah pergerakan transportasi dan penumpang baik di transportasi darat, laut, dan udara, dan kereta api menurun cukup signifikan dibanding sebelum masa larangan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Di moda transportasi darat, penumpang angkutan darat (bus) berjumlah  total 10.644 orang atau turun sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan volume lalu lintas harian baik berupa motor, mobil penumpang, dan mobil besar yang menggunakan jalan nasional non-tol ke arah keluar Jabodetabek mencapai lebih dari 68 ribu kendaraan atau turun sekitar 48 persen dibandingkan hari biasa.

Selanjutnya di transportasi udara, dari 12 bandara pemantau, tercatat sebanyak 270 flight keberangkatan atau turun 82,7 persen dari hari biasa. Sedangkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan keberangkatan mencapai sekitar 3.856 orang  atau  turun sekitar 96,2 persen dibandingkan hari biasa.

Kemudian pada moda transportasi kereta api, pergerakan penumpang mencapai 17.220 orang penumpang. Jumlah ini turun 71 persen dari jumlah penumpang sehari sebelumnya. ”Jika dibanding dengan rata-rata penumpang dari 22 April-5 Mei, jumlah penumpang kereta api pada Kamis kemarin turun 63 persen,” papar Adita.

Sementara di transportasi laut, untuk pelabuhan antarpulau, terdapat 2.048 orang penumpang atau turun 88 persen dibandingkan hari biasa  dari 51 pelabuhan yang dipantau.

Menurut Adita, penurunan volume penumpang yang cukup signifikan di semua moda transportasi ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, masyarakat telah melakukan perjalanan lebih dulu di masa Pra Peniadaan Mudik, atau kedua, tingkat kepatuhan masyarakat yang meningkat terhadap peraturan peniadaan mudik di tahun 2021.

Adita menjelaskan, dari pemantauan penerapan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, penerapan protokol kesehatan di prasarana dan sarana transportasi umum berjalan cukup baik dan penyekatan yang dilakukan petugas di sejumlah titik sudah baik dan akan terus dioptimalkan.

Terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut, pergerakan masyarakat untuk keluar Jakarta sudah terlihat. Namun demikian, kendaraan yang diizinkan keluar dari Jakarta sudah dipastikan berkurangan banyak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *