SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan, baik yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas agar memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien.
Hal itu disampaikan Halikinnor sebagai respons setelah mendengar curahan hati seorang pelajar SMP IT Al Madaniyah asal Samuda bernama Kayla Putri Hidayat, peserta Lomba Menulis Surat untuk Bupati Kotim yang mengeluhkan layanan di rumah sakit.
Kayla mengungkapkan, ayahnya pernah dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit karena mengidap penyakit Hepatitis C. Ketika itu ibunya terlibat konflik dengan perawat rumah sakit karena pelayanan yang diberikan tidak ramah dan jarang memberikan senyuman meskipun ia mengakui tak semua perawat begitu.
Dari pengalaman itu, Kayla bertanya dalam hatinya, apakah pelayanan di rumah sakit tergantung dari status sosial pasiennya dan ia bersama ayahnya juga menjalani rawat jalan dengan prosedur panjang hanya untuk mendapatkan pelayanan dari dokter yang bertugas.
”Saya mendengar tadi ada pelajar dari Samuda yang membaca surat untuk saya terkait pelayanan di rumah sakit. Mengenai ada perawat yang tidak senyum ketika melayani pasien. Memang kadang sebagai manusia kita tidak selalu dalam suasana hati yang baik, mungkin di rumah berkelahi dengan suami atau istrinya, turun kerja ke rumah sakit, hati masih mendongkol,” kata Halikinnor.
Halikinnor sangat memahami pasien sebagai orang sakit perasaannya lebih sensitif dan ingin dilayani dengan baik.
”Makanya sering saya katakan cobalah perawat dan dokter yang bertugas layani pasien dengan ramah, karena yang datang itu orang sakit, orang sakit itu mudah tersinggung, mudah marah, kecewa dan merajuk dan inginnya mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Halikinnor.
Sebagai tenaga kesehatan yang selalu berhadapan dengan pasien, lanjutnya, harus memahami tugas dan tanggung jawabnya.
”Profesi sebagai perawat, dokter, bidan itu dipilih atas kesadaran sendiri. Tenaga kesehatan harus siap menjalani tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Biar pun ada masalah di luar pekerjaan, tetap harus memberikan senyuman dan layani pasien dengan baik. Jangan bawa masalah ke tempat kerja, karena sudah seharusnya tenaga kesehatan memberikan senyum, sapa, sentuh, sembuh karena itu yang diharapkan pasien,” kata Halikin.
Menurut laporan yang ia terima, kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit yang biasanya 200-300 pasien, meningkat menjadi 400-500 pasien per hari.
”Ini menunjukkan pertambahan penduduk di Kotim, layanan poliklinik di rumah sakit yang semakin bertambah sehingga kunjungan pasien terus meningkat dan menimbulkan antrean panjang,” katanya.
Dalam beberapa kali kunjungan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr Murjani Sampit, Halikin melihat masih ada pasien dan keluarga pasien yang mendampingi menunggu di lantai dua.
”Ini sudah saya instruksikan ke direktur rumah sakit agar antrean pasien diurai sehingga tidak terjadi penumpukan. Sekarang masyarakat Kotim yang sakit ingin berobat sudah bisa mendaftar secara online, dengan begitu pasien tidak perlu mengambil nomor antrean baru dan tinggal menunggu panggilan di poliklinik yang dituju,” ujarnya.
Namun, yang menjadi kendala, masih banyak masyarakat Kotim yang belum melek teknologi, kebingungan mengakses pendaftaran antrean secara online, tidak ada handphone android, tidak ada kuota internet dan permasalahan jaringan internet yang terkadang tidak stabil.
”Sering saya katakan kalau ada masyarakat sakit yang tidak mampu berobat, datang saja ke rumah sakit, sebut saja nama saya. Karena, saya sebagai bupati siap bertanggungjawab untuk membantu kesulitan masyarakat, biarpun harus menggunakan anggaran pribadi tetap saya bantu,” katanya.







