SAMPIT, RadarSampit.com – Harga tiket pesawat kian mencekik. Hal tersebut disebabkan harga Avtur (Aviation Turbine) yang juga mengalami kenaikan. Untuk rute Sampit – Jakarta, penumpang harus merogoh kocek Rp 1,2-1,5 juta. Naik dua kali lipat dari biasanya yang di bawah Rp 1 juta.
Station Manager NAM Air Sampit Julianto Anggi mengatakan, naiknya harga tiket pesawat terjadi sejak 20 April 2022. ”Kenaikan harga tiket sebesar 10 persen atau sekitar Rp 130 ribu per penumpang,” kata Julianto Anggi, baru-baru ini.
Sebelumnya, harga tarif bawah rute Sampit – Jakarta dibanderol Rp 962.400 dan kini naik menjadi Rp 1.092.000. Untuk tarif atas pada rute yang sama, sebelum adanya kenaikan harga tiket pesawat sebesar Rp 1.335.360. Namun, setelah kenaikan harga Avtur, tiket pesawat pada tarif ambang atas naik menjadi Rp 1.465.900.
Meski harga begitu mencekik, lanjutnya, tak begitu berpengaruh pada penumpang NAM Air. ”Rata-rata penumpang per hari dari total kapasitas 120 seat tujuan Jakarta-Sampit seratus penumpang. Dari Sampit-Jakarta sekitar 97 penumpang per hari. Naiknya harga tiket belum begitu terdampak terhadap jumlah penumpang yang berangkat dan datang,” katanya.
Terjadinya gejolak harga tiket pesawat, tambahnya, justru meningkatkan jadwal pelayanan, khususnya di NAM Air Sampit yang beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit. Sebelumnya, NAM Air hanya membuka pelayanan penerbangan pada hari tertentu, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun, per Juni 2022, melayani penumpang setiap hari.
”Mulai Juni, NAM Air melayani penerbangan Senin-Minggu. Insya Allah kami terus melayani masyarakat yang ingin melakukan perjalanan rute Sampit-Jakarta setiap harinya,” kata Julianto.
Kenaikan harga tiket juga terjadi pada Wings Air. Harga naik sekitar 2 persen sejak beberapa bulan lalu. ”Kenaikan disebabkan Avtur yang juga mengalami kenaikan, sehingga harga tiket pesawat terpaksa ikut naik dan ini juga berpengaruh terhadap jumlah penumpang,” kata Nani, admin Wings Air Sampit.
Kabar baiknya, penyedia jasa angkutan kapal justru mengalami peningkatan jumlah penumpang dari biasanya. Tingginya harga tiket pesawat membuat masyarakat yang ingin melakukan perjalanan keluar Kalimantan, beralih menggunakan transportasi laut alias kapal.
”Kenaikan sekitar 20 persen. Rata-rata penumpang dalam kondisi hari normal di kisaran 300 penumpang atau biasanya 50 persen dari kapasitas muatan kapal (600 penumpang). Sejak bulan ini ada kenaikan sekitar 350-400 penumpang,” kata Hendrik Sugiharto, Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Kamis (23/6).
Peningkatan jumlah penumpang, menurutnya, tidak hanya dipengaruhi naiknya tiket pesawat, tetapi juga momen libur sekolah.
”Momen libur sekolah banyak diminati pengguna jasa kapal. Kami harapkan pada momen Iduladha biasanya intensitas penumpang yang melakukan perjalanan ke Surabaya maupun Semarang cukup meningkat dan kami harapkan tahun ini jumlah penumpang terisi penuh sesuai kapasitas muatan kapal,” ujarnya.
Kenaikan harga tiket pesawat sebelumnya disoroti pejabat Kotim. Kepala Dispora Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung mengeluhkan tingginya harga tiket.
”Harga Avtur ini benar mengalami kenaikan atau tidak? Harga tiket pesawat naiknya luar biasa. Penerbangan Sampit-Jakarta yang biasanya berkisar Rp 800 ribu – Rp 1,2 juta, naik menjadi Rp 1,7 juta – Rp 2 juta,” kata Wim.
Sales Area Manager Retail Kalselteng PT Pertamina Parta Niaga MOR VI Kalimantan Jalu Tarwoco mengatakan, jenis BBM umum seperti Avtur mengikuti harga pasar. Setiap periodenya akan berubah per tanggal 1 atau per 15 hari sekali dan akan di-review mengikuti harga pasaran minyak dunia yang saat ini sudah mencapai kisaran angka 120-130 dollar.








