Ini Dia Bukti Sadisnya Pengeroyokan terhadap Pelajar SMP di Sampit

Perundungan berupa penganiayaan yang menimpa seorang pelajar SMPN 4 Sampit disertai bukti yang kuat
DIPERIKSA: Korban pengeroyokan mendatangi Kantor Polsek Ketapang untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (17/12) malam. (FAHRY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Perundungan berupa penganiayaan yang menimpa seorang pelajar SMPN 4 Sampit disertai bukti yang kuat. Baju seragam yang dikenakannya dipenuhi jejak sepatu. Hal tersebut sekaligus mengonfirmasi pengakuan korban yang diinjak sejumlah pelaku hingga dia pingsan.

Seragam sekolah tersebut kini dijadikan bukti oleh aparat kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut. Radar Sampit sempat melihat seragam yang dipenuhi jejak sepatu tersebut di kediaman korban. Meski buktinya kuat, polisi memprioritaskan penyelesaian kasus tersebut melalui jalur mediasi yang dilakukan sekolah dengan mempertemukan pelaku dan korban.

Bacaan Lainnya

”Karena pengeroyokan terjadi di dalam sekolah, mediasi antara empat terduga pelaku dan korban ditangani pihak sekolah,” kata Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, Minggu (19/12).

Samsul Bahri menambahkan, pihaknya juga akan menghadiri langsung mediasi tersebut. ”Apabila kasus ini tidak bisa diselesaikan dengan cara dimediasi, maka kasusnya akan langsung kami tangani,” ujarnya.

Baca Juga :  Mendadak, Anang Dirjo Copot Suyanto Sebagai Sekda Kobar

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin sebelumnya mengatakan, kasus pengeroyokan terhadap pelajar SMP tersebut menjadi perhatian kepolisian. Akan tetapi, semua pihak sepakat mendahulukan langkah mediasi.

”Kejadiannya di lingkungan sekolah. Mereka ini, baik korban maupun terduga pelaku masih kecil-kecil (di bawah umur). Makanya kami serahkan ke pihak sekolah dulu untuk penanganannya hingga maksimal,” kata Jakin, Jumat pekan lalu.

Jakin juga mengimbau seluruh sekolah dan masyarakat agar mencegah sedini mungkin kasus perundungan. Pengawasan harus ditingkatkan dan perlu edukasi agar anak berani menceritakan yang dialaminya.

”Kami berharap kejadian seperti ini tidak sampai terulang. Pencegahan bisa dimulai dari orang tua masing-masing untuk membina anaknya. Pengawasan oleh guru di sekolah juga perlu ditingkatkan,” tegas Jakin.

Sebelumnya diberitakan, orang tua korban perundungan menuntut keadilan dan pertanggungjawaban perlakuan yang diterima anaknya dari sejumlah pelajar lain. Dia mengaku tak terima anaknya dikeroyok hingga menderita luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Pos terkait