Ini Sebabnya Penyuluh Jadi Ujung Tombak Keberhasilan Pertanian

PENYULUH PERTANIAN: Sarasehan Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lamandau tahun 2021 di balai penyuluhan pertanian Desa Bumi Agung. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK – Sektor pertanian memegang peranan penting karena kontribusinya sangat nyata terhadap penyediaan pangan dan sumber pendapatan terutama komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedelai, tebu, aneka cabai, bawang merah, daging sapi/kerbau.

Sektor pertanian juga menjadi andalan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi pedesaan melalui pengembangan usaha berbasis pertanian. Dan penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dari keberhasilan pengembangan sektor pertanian tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu diutarakan Bupati Lamandau Hendra Lesmana saat menghadiri sarasehan Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lamandau tahun 2021 di balai penyuluhan pertanian Desa Bumi Agung.

”Dengan disusunnya program penyuluhan pertanian ini kita berharap kegiatan penyuluhan bisa lebih efektif dan efisien dengan sasaran perencanaan yang jelas,” katanya.

Program Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lamandau Tahun 2022 merupakan rencana penyelenggaraan kegiatan penyuluhan pertanian yang disusun secara partisipatif dengan memadukan potensi sumber daya yang tersedia, kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha serta program pembangunan pertanian. Dengan disusunnya program penyuluhan, diharapkan menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian spesifik, strategis dan mempunyai daya ungkit yang tinggi.

”Perencanaan pelaksanaan penyuluhan yang dituangkan dalam Program merupakan langkah awal dan sangat menentukan keberhasilan untuk mencapai tujuan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani ingin tercapai. Disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman, sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan,” tegas Hendra.

Kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam programa penyuluhan pertanian mampu merespon kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha serta memberikan dukungan terhadap program-program prioritas dinas pertanian yang akan menentukan besarnya pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon mengatakan bahwa program ini merupakan amanah undang-undang nomor 16 tahun 2016 dan Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 47/permentan/SM.010/9/2016 tentang Pedoman Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian.

Program ini direncanakan untuk dilaksanakan pada bulan Maret-April lalu, namun karena pandemi Covid-19 pelaksanaan diundur hingga November ini, dengan mengundang lebih sedikit peserta yaitu 8 orang perwakilan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) tingkat kecamatan, 3 orang pengurus KTNA tingkat kabupaten, 8 orang koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) dan 8 orang Camat di Kabupaten Lamandau serta 4 orang tamu undangan. (mex/sla)

Pos terkait