Jakarta Lagi Darurat Covid-19 Tak Bikin Takut Sejumlah Warga Kotim

Penerbangan Selalu Full selama Dua Pekan

darurat Covid-19
KEDATANGAN PENUMPANG: Petugas KKP Kelas III Sampit memeriksa dokumen kesehatan kedatangan penumpang di Bandara Haji Asan Sampit, beberapa waktu lalu. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Situasi Jakarta dengan status darurat Covid-19 karena ganasnya penularan virus korona di wilayah itu, tak membuat sejumlah warga Kota Sampit khawatir untuk tetap terbang ke Ibu Kota.

Pantauan Radar Sampit, Sabtu (26/6), jumlah kedatangan penumpang rute Jakarta – Sampit dan Surabaya- Sampit terpantau full selama dua pekan terakhir. Namun, jumlah keberangkatan penumpang mulai mengalami penurunan.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Sampit Agus Syah Fiqhi melalui Koordinator Wilayah Bandara Haji Asan Sampit Tutur Suryanto mengatakan jumlah keberangkatan penumpang selama satu bulan terakhir paling sedikit berjumlah 61 penumpang dan paling banyak 193 penumpang. Sedangkan, jumlah kedatangan penumpang berkisar paling sedikit 86 penumpang dan paling banyak 204 penumpang.

“Dilihat data harian jumlah keberangkatan mengalami penurunan sejak sepekan terakhir. Justru yang mengalami peningkatan jumlah kedatangan penumpang yang rata-rata berkisar 120-170 penumpang per hari,” kata Tutur saat ditemui di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu (26/6).

Baca Juga :  Dorong Pemerintah Beri Penjelasan, Plasma 20 Persen Tak Harus Berupa Kebun Sawit

Sementara itu, jadwal penerbangan Sabtu (26/6) sebanyak 6 flight dengan rute Sampit- Surabaya dan sebaliknya sebanyak 4 flight dan rute Sampit- Jakarta dan sebaliknya sebanyak 2 flight.

“Hari ini jumlah keberangkatan penumpang seluruhnya 136 orang dan jumlah kedatangan sebanyak163 penumpang dari Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Tutur menambahkan setiap penumpang yang datang maupun yang berangkat tertib mematuhi prokes. “Dari kelengkapan dokumen kesehatan semua rata-rata tertib, karena penumpang bebas memilik tiga skrinning kesehatan boleh G-Nose, rapid antigen atau PCR. Kecuali, saat masih diterapkan PCR bulan lalu, beberapa penumpang masih banyak yang kecolongan tidak mematuhi aturan sehingga tetap kami minta melakukan skrinning pemeriksaan kesehatan ulang,” tandasnya. (hgn/yit)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *