Jokowi Tetap Optimistis Upacara 17 Agustus Bisa Terselenggara di IKN

ikn nusantara
INFRASTRUKTUR: Progres pembangunan istana negara dan lapangan upacara IKN dipotret dari kawasan Plaza Seremoni, Minggu (26/5/2024) lalu. Istana negara dan lapangan upacara ditargetkan rampung Agustus nanti atau kurang tiga bulan lagi. (RIKIP AGUSTANI/KALTIM POST)

JAKARTA, radarsampit.com – Presiden Joko Widodo berambisi pada akhir jabatannya dapat melakukan upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk itu kepastian hukum tanah di IKN dan pembangunan dikebut.

Rabu (5/6/2024) Presiden Joko Widodo menginap di rumah dinas menteri PUPR. Istana Kepresidenan memang masih dibangun. Dia menginap sejak sehari sebelumnya. Dua hari kemarin Jokowi memang berkegiatan di Kalimantan Timur. “Sunset sangat indah sekali dan ya suasana itu yang saya sampaikan. Tidur nyenyak sekali,” ungkapnya.

Jokowi menceritakan untuk perisapan 17 Agustus sudah hampir selesai. Dia memang berkeinginan upacara kali ini dilaksanakan di IKN. Dia dan rombongan pun melihat satu persatu lokasi yang akan digunakan.

“Pembangunan kira-kira pertengahan Juli yang di sini sudah siap dan akan mulai untuk persiapan 17 Agustus,” katanya.

Kepala Negara optimis kantornya akan selesai bulan depan. Sebab tinggal menunggu air. Bendungan Sepaku yang menjadi sumber air bagi warga IKN sudah diresmikan Selasa lalu (4/6/2024).

Dia menyatakan tinggal memasang pompa untuk menaikkan air dan dialirkan ke bangunan yang ada.

Baca Juga :  Ketika Tentara Ikut Berperan dalam Pembangunan di Kotim

Jokowi juga berkomentar terkait dengan mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe. Dia tidak khawatir mundurnya dua orang pimpinan Otorita IKN (OIKN) ini akan berpengaruh ke kepercayaan investor asing.

Kemarin, Jokowi juga melakukan groundbreaking beberapa tempat, yakni gedung kantor PT BTN, Nusantara Sustainability Hub, Bina Bangsa School Nusantara, PT Area Graha Andalan, dan PLN Hub.

Pada kesempatan ini, Jokowi membandingkan kualitas udara di IKN jauh lebih baik daripada di Jakarta. Kemarin pagi dia sempat memantau indeks kualitas udara di Jakarta dan menemukan fakta jika angkanya mencapai 176. “Di Singapura 44, Melbourne 38, Paris 38,” katanya. Dia meyakini di IKN tak jauh beda.

Dia kembali meyakinkan investor jika IKN ini dapat menjadi masa depan. Sehingga investasi di IKN sama saja membeli masa depan.

Pemerintah berkomitmen melakukan transformasi ekonomi hijau. Sehingga kendaran berbahan bakar fosil tidak boleh masuk. “Yang ada hanya electric vehicle,” ujarnya.



Pos terkait