Kalteng sudah Nihil Zona Merah

Level PPKM Diharapkan Menurun 

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Murung Raya, baru-baru tadi.(istimewa)

PALANGKA RAYA – Tren penularan Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari zonasi daerah pada data Bersatu Lawan Covid-19 (BLC). Data memperlihatkan sebagian besar wilayah Kalteng sudah berada pada zona kuning atau daerah dengan risiko penularan rendah.

Terkait hal tersebut Wakil Gubernur Edy Pratowo mengharapkan, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten dan kota dapat diturunkan levelnya.

“Zona merah sudah tidak ada lagi, jadi penurunan kasus sudah sangat bagus. Sehingga diharapkan level dapat diturunkan. Terutama di beberapa kabupaten lainnya juga bisa mengalami penurunan lebih besar,” ujarnya, saat mengikuti rapat koordinasi virtual membahas evaluasi PPKM di luar Jawa dan Bali, Minggu (19/9) kemarin.

Dijelaskannya,  penurunan kasus Covid-19 ini juga membuat Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar di rumah sakit mengalami penurunan. Berdasarkan data, BOR isolasi Covid-19 hanya terisi 12,1 persen, dan BOR untuk penanganan intensif berada pada angka 35 persen.

“Penurunan kasus yang diiringi dengan peningkatan angka kesembuhan, membuat keterisian ruang perawatan Covid-19 juga semakin berkurang. Ini tentunya hal yang sangat baik, tinggal bagaimana terus menekan agar kasus turun terus,” papar Edy.

Di satu sisi lanjutnya, pemerintah provinsi dipastikan terus memperkuat upaya penanganan Covid-19 secara menyeluruh. Meski saat ini kasus mengalami tran penurunan yang dapat dikatakan sangat baik, namun langkah penanganan kasus tidak boleh dihentikan.

“Seperti yang diinstruksikan pemerintah, penurunan kasus ini jangan sampai membuat kita lengah. Makanya tetap ada instruksi untuk memperkuat program-program penanganan,” tegas Edy Pratowo.

Sementara itu untuk capaian vaksinasi saat ini, disebutkannya sudah berjalan dengan sangat baik, dengan capaian 30,81 persen atau 627.361 orang untuk dosis pertama, dan 18,95 persen atau 385.792 orang untuk dosis dua. (sho/gus)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *