Karhutla di Kotawaringin Barat Makin Mengganas

Dalam Sehari Tiga Lokasi Kebakaran 

karhutla
KARHUTLA : Salah seorang personel dari tim gabungan saat berupaya memadamkan api Karhutla di Kumpai Batu Bawah, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Rabu (28/6/2023). (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Tim gabungan dibuat kelabakan dengan munculnya sejumlah titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tiga lokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi sejak Selasa hingga Rabu (28/6/2023).

Di hari pertama Karhutla, belasan kali Water Bombing BNPB memuntahkan ribuan liter air ke titik api di Jalan jenderal Sudirman, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan. Belum selesai penanganan, muncul lagi titik api baru di Desa Kumpai Batu Bawah (KBB) yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Jalan Jenderal Sudirman.

Bacaan Lainnya
Gowes

Di tengah terbaginya konsentrasi tim gabungan yang terdiri dari personel TRC BPBD, Manggala Agni, Balakar Huma Singgah Itah, Balakar Manggala Yudha, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan TNI dan Polri, untuk penanganan di Jalan jenderal Sudirman dan KBB.

Tim gabungan mendapat informasi kebakaran hutan juga terjadi di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai pada sore harinya.

Baca Juga :  Operasi Ketupat, Polres Kotawaringin Barat Bangun 5 Posko Terpadu

Bahkan di malam takbiran lebaran Iduladha 1444 Hijriyah, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api di tiga lokasi Karhutla, mereka berupaya menjinakkan si jago merah dengan melokalisir jalur api agar tidak meluas.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Martogi Sialagan mengatakan, penanganan sampai berhari-hari lantaran akses begitu sulit masuk ke titik api, sementara peralatan harus dibawa dengan cara dipikul oleh personel.

“Apalagi vegetasi yang terbakar merupakan tumbuhan kering seperti semak, ilalang dan pohon-pohon kecil yang mudah terbakar,” terangnya, Kamis (29/6/2023).

Berkat kerja keras tim gabungan api di Jalan Jenderal Sudirman dan Kumpai Batu Bawah serta di Desa Sungai Bakau dapat dijinakkan. Kendati demikian mengingat bahwa permukaan yang terbakar merupakan areal gambut maka dibutuhkan pengawasan dan pengecekan paska pemadaman agar api tidak kembali menyala.

Menurutnya untuk kebakaran hutan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Mendawai tidak kurang dari 30 hektare hutan yang terbakar. Dan untuk Kumpai Batu Bawah areal yang terbakar seluas 3 hektare.



Pos terkait