Kecewa Polisi Belum Bisa Ungkap Pembunuhan Pegawai RSUD dr Murjani Sampit

perkembangan pembunuhan pegawai RSUD dr Murjani Sampit,pembunuhan pegawai RSUD Murjani Sampit,pembunuhan sampit,sampit,polres kotim,radar sampit,berita sampit
ilustrasi pembunuhan

SAMPIT, radarsampit.com – Kasus dugaan pembunuhan pegawai RSUD dr Murjani Sampit Hotma Hutahuruk hingga kini belum ada titik terang. Padahal, aparat kepolisian telah memeriksa 33 saksi. Namun, pelaku tak kunjung bisa diseret untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Kita dari tim kuasa hukum keluarga korban kecewa, masa sampai sekarang belum ada titik terang. Mengarah kepada siapa pelakunya juga belum tahu,” kata kuasa hukum keluarga korban Duliarman L Sinurat, Rabu (5/10).

Bacaan Lainnya

Menurut Duliarman, seharusnya tak perlu waktu lama bagi penyidik untuk mengungkap kasus tersebut. Pasalnya, sebelumnya korban ada berkomunikasi dengan sejumlah orang terkait masalah yang sedang dihadapinya.

”Dari situ sebenarnya bisa ditelusuri. Kami berharap Kasatreskrim baru bisa mengungkap, karena kasus ini sudah cukup lama,” ujar Duliarman.

Dia mendesak kasus ini bisa jadi atensi Polres Kotim, sehingga bisa terang benderang dan pelaku pembunuhan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Baca Juga :  Rawan Aksi Pencurian, Polisi Perketat Pengamanan

Hotma Hutahuruk ditemukan tewas di Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit pada Minggu (13/2) dini hari dengan kondisi sudah membusuk. Kejanggalan menyelimuti kematian abdi negara tersebut. Sebelum jenazahnya ditemukan, almarhum dikabarkan hilang selama tiga hari.

Polres Kotim sebelumnya menegaskan bakal melibatkan Mabes Polri dalam mengungkap kasus kematian Hotma. Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengatakan, untuk mengungkap kasus itu perlu kerja sama dan dukungan, baik secara IT dan teknis penyelidikan. Maka itu, pihaknya telah mengirim surat ke Mabes Polri untuk membantu mengungkap kasus kematian ibu dua orang anak itu.

”Publik harap bersabar dahulu. Kami berkomitmen akan mengungkap siapa pelaku kasus ini,” kata Sarpani 18 Agustus lalu. (ang/ign)

Pos terkait