Kabar yang beredar terkait skema pembagian hasil 40:60 yang ditawarkan dalam KSO, sebesar 40 persen untuk Agrinas dan 60 persen untuk mitra yang mendapatkan KSO, termasuk jangka waktu kerja samanya.
Saat ini KSO yang mulai berjalan, hasil sitaan dari PT Globalindo Alam Perkasa sekitar 12 ribu hektare, termasuk areal pabrik kelapa sawitnya. Pengelolaan tersebut akan bermitra dengan Pondok Pesantren Al Aisyah Bondowoso, dalam hal ini dilaksanakan oleh PT MNA dari Jakarta.
PT Agrinas Palma Nusantara telah mengambil alih lahan dari 5 perusahaan dari total 120 perusahaan di Kalteng dengan total luas lahan 240.000 hektare selama 4 bulan terakhir.
Regional Head Kalteng 1 PT Agrinas Palma Nusantara Marsda Purn Masmun Yan Manggesa sebelumnya mengatakan, pihaknya akan berusaha melaksanakan operasional secara profesional dan berkomitmen menyejahterakan masyarakat sekitarnya.
Selain itu, taat hukum dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi karyawan yang memilih untuk ke PT Agrinas Palma Nusantara dan masyarakat sekitar.
”Para pekerja (dari perusahaan sebelumnya, Red) kami beri kesempatan untuk memilih, apakah tetap bekerja dengan perusahaan yang lama atau bergabung dengan kami,” ujarnya.
Jika bergabung dengan PT Agrinas Palma Nusantara, pihaknya akan terbuka dan memberikan hasil paling tidak sama dengan diperoleh selama bekerja dengan perusahaan lama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan yang didapat pekerja dari perusahaan lama.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya soal pengelolaan lahan, namun bagian dari strategi untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, pangan, dan energi nasional.
”Agrinas percaya, bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci untuk menciptakan perkebunan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Saya mengajak seluruh jajaran Agrinas serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga amanah ini dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya. (ang/ign)







