Kiriman Sabu Via J&T Digagalkan

Satu Orang Penerima Diamankan

Kiriman Sabu Via J&T Sampit Digagalkan
DIENDUS: Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kotim mengamankan barang bukti sabu terbungkus dalam sebuah paket di Kantor jasa Pengiriman Jalan MT Haryono, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, belum lama ini.

SAMPIT – Tim Cobra Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim berhasil menangkap seorang diduga sebagai kurir narkoba Husin (37). Pelaku ditangkap ketika akan mengambil paket di J&T, Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Sabtu (19/3) lalu.

Dalam operasi itu, Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti satu plastik klip kecil berisikan kristal warna bening diduga narkotika jenis sabu seberat 33,94 gram, 2 buah kota sarung, telepon genggam, hingga satu plastik packing J&T dengan kode area SMQ-SMQ017.

Kasatres Narkoba Polres Kotim AKP I Made Rudia membeberkan, paket narkotika jenis sabu tersebut dikirim dari Jawa Timur, menuju Jakarta, Palangka Raya, hingga kemudian dikirim melalui jalur darat menuju Sampit.

”Jadi, barang bukti ini asalnya dikirim melalui J&T dari Sampang ke Jakarta, lalu ke Palangka Raya. Sampai di Palangka Raya, barang bukti ini dibawa melalui jalur darat menuju Sampit,” ungkap Rudia kepada Radar Sampit melalui telepon, Minggu (20/3) kemarin.

Sementara, kasus pengirim narkoba melalui perusahaan jasa pengiriman ini baru pertama kali diungkap oleh Kepolisian di Daerah Kabupaten Kotim. Berkat kerja keras aparat di lapangan. Modus pengiriman ini pun akhirnya berhasil diendus hingga mengamankan satu orang pelakunya.

Baca Juga :  Polisi Minta Warga Melapor bila Mengetahui Praktik Perjudian

Rudia juga mengungkapkan, narkotika jenis sabu tersebut, rencananya akan diedarkan kembali di daerah Sampit. Sementara, kepolisian masih berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pengungkapan satu perkara kasus narkoba itu.

”Kasus ini masih kami kembangkan untuk mencari tahu siapa sebenarnya pemilik barang haram tersebut. Yang pasti, rencananya sabu ini akan diedarkan kembali di daerah Kota Sampit. Jadi, beri kami waktu dulu untuk menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi,” pungkasnya.(sir/gus)

 

Pos terkait