Kisah Nenek Sebatang Kara Di Usia Senja

Polsek Aruta Bantu Renovasi Rumah dan Modal Usaha

Kisah Nenek Sebatang Kara Di Usia Senja Polsek Aruta Bantu Renovasi Rumah dan Modal Usaha
SEBATANG KARA: Nenek Berlian di rumahnya yang baru direnovasi yang sekaligus sebagai tempat usahanya. (IST/RADAR PANGKALAN BUN)

Di tengah beroperasinya raksasa-raksasa perusahaan besar swasta kelapa sawit dan tambang di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, ada sepenggal kisah pilu tentang seorang nenek renta sebatang kara.

KOKO SULSITYO, Pangkalan Bun

Warga di RT 02, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengenalnya sebagai nenek Berlian (65), harusnya di usia senja itu ia hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah dan bermain bersama cucu kesayangan.

Namun tidak dengan nenek Berlian, di dunia ini ia tidak memiliki siapa-siapa, ia hidup sebatang kara di rumah berdinding kayu yang sudah mulai lapuk.

Semasa masih kuat bekerja, ia sehari-hari menghabiskan waktunya di ladang, hasil yang tidak seberapa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Namun seiring menuanya usia, sehingga tenaganya pun tak mampu lagi mendukung semangatnya, bahkan ia diketahui sudah sakit-sakitan, jadilah ia hanya berdiam diri di rumah tanpa penghasilan sejak beberapa tahun ini.

Keseharian nenek Berlian rupanya tidak lepas dari perhatian Kapolsek Arut Utara, Ipda Agung Sugiharto, kondisi rumah dan ekonomi nenek Berlian yang memprihatinkan menuntunnya untuk membantunya.

Baca Juga :  Tak Bisa Renang, Pemuda Tewas Tenggelam

Bersama jajarannya, termasuk ibu-ibu Bhayangkari mereka bahu membahu, merenovasi rumah nenek Berlian, papan-papan yang lapuk diganti yang baru, warna rumah yang sudah buram dicat ulang agar kelihatan lebih indah.

“Nenek Berlian ini hidup sendiri, tidak ada satupun keluarga, bahkan tidak mempunyai suami dan anak, dan sejak beberapa lama ini ia sering sakit-sakitan,” kata Agung, Minggu (26/12).

Pos terkait