Lapangan Stadion 29 November Sampit Selesai, Masih Tunggu selama Ini Sampai Rumputnya Terlihat

rumput stadion 29 november sampit
SELESAI: Kepala Dispora Kotim Wim RK Benung bersama Kabid P2OR Dispora Kotim Irfansyah dan Konsultan Pengawas mengecek rumput Stadion 29 November, Rabu (23/11). (HENY/RADAR SAMPIT)

Harga rumput ini dijual relatif murah. Per meter per segi dijual Rp 35 ribu – Rp 50 ribu. Harga murah dan perawatan yang tidak terlalu mahal inilah yang membuat sebagian besar lapangan sepak bola di Indonesia menggunakan jenis rumput Axonopus Compressus alias rumput gajah.

Jenis rumput keempat, sintetis atau biasa disebut rumput buatan. Memiliki tekstur yang sintetis cenderung lebih keras dan kasar daripada rumput alami. Meski, perawatan mudah, rumput sintetis tidak dianjurkan untuk lapangan sepak bola karena ada yang beranggapan rumput sintetis dapat berpotensi mengakibatkan cedera terhadap pemain.

Bacaan Lainnya

Begitu pula dengan jenis rumput kelima yakni rumput campuran. Rumput ini terdiri dari rumput fiber yang ditanam ke bawah permukaan tanah dan ditanami dengan rumput asli. Rumput campuran dapat menjadi pilihan untuk digunakan di lapangan sepak bola. Namun, tetap membutuhkan perawatan seperti rumput pada umumnya.

Baca Juga :  Polisi Sampit Curigai Terduga Perampok

Lebih lanjut Wim mengatakan, pada tepian lapangan sepak bola juga dibuat saluran drainase yang di dalamnya dibenamkan sebanyak 27 pipa untuk mencegah agar tidak terjadinya genangan ditengah lapangan sepak bola ketika terjadi hujan deras.

”Lapangan sepak bola di sini juga dipasang geotextile, semacam aluminium agar lapangan terjaga kondisinya,” ujarnya.

Geotextile merupakan lembaran sintetik berpori yang memiliki sifat tembus air dan fleksibel. Biasanya digunakan untuk stabilisasi tanah dasar dalam pekerjaan, sehingga membuat material terjaga kondisinya. ”Supaya tidak menimbulkan genangan saat hujan deras, juga dipasang pipa,” katanya. (hgn/ign)

Pos terkait