Lebih Banyak Serap Beras Petani Lokal, Inovasi Tingkatkan Kualitas Beras Kaya Vitamin

Lebih Banyak Serap Beras Petani Lokal
BULOG: Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kenalkan produk pangan olahan Bulog di Kantor Bulog Sampit Jalan HM Arsyad, Rabu (15/12). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Sejak tidak adanya penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), lebih banyak menyerap hasil panen petani lokal.

”Sejak program penyaluran raskin tak ada lagi, sekarang Bulog bebas menjual beras dan lebih banyak membeli beras dalam negeri. Paling banyak menyerap beras dari petani lokal,” kata Rony Hadianto, Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Rabu (15/12).

Bacaan Lainnya

Rony mengatakan, stok beras di Bulog Cabang Sampit saat ini masih tersedia 800 ton. Beras tersebut ada yang diperoleh dari Petani Desa Lampuyang, Pagatan, dan adapula dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) serta beras impor dari Vietnam.

”Stok beras yang ada masih cukup sampai beberapa bulan kedepan. Harga jualnya Rp 8.600 per kg dan ada juga yang beras Pagatan premium tersedia 30 ton dengan harga jual Rp 10 ribu per kg,” kata Rony yang sudah mengawali karier di Kantor Bulog Banjarmasin sejak 1997-2016.

Baca Juga :  Produksi Beras Kalteng Meningkat

Dikatakannya, beras hasil pembelian dari petani lokal telah dipasarkan keberbagai kios mitra bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

”Pembelian beras petani lokal ini kami optimalkan untuk mengurangi ketergantungan beras dari pasokan luar daerah. Masyarakat boleh membeli langsung ke Bulog. Tidak hanya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan daging beku bisa dibeli langsung ke kantor Bulog,” ucap pria asal kelahiran Bandung, 20 November 1969.

”Daging beku kami jual Rp 80 ribu per kg. Stok yang tersedia ada 12 ton, ini cukup aman sampai dua bulan kedepan,” tambahnya.

Secara rinci dijelaskan, untuk komoditas minyak goreng Bulog menjual dengan harga yang relatif terjangkau yakni Rp 17 ribu per liter merk MM, gula pasir 12.500 per kg, tepung Kita dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg, beras dijual dengan harga Rp 8.600 per kg dan beras premium dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg. Sedangkan, daging kerbau beku yang diimpor dari India dijual dengan harga Rp 80 ribu per kg.

Pos terkait