SAMPIT – Sejak tidak adanya penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), lebih banyak menyerap hasil panen petani lokal.
”Sejak program penyaluran raskin tak ada lagi, sekarang Bulog bebas menjual beras dan lebih banyak membeli beras dalam negeri. Paling banyak menyerap beras dari petani lokal,” kata Rony Hadianto, Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Rabu (15/12).
Rony mengatakan, stok beras di Bulog Cabang Sampit saat ini masih tersedia 800 ton. Beras tersebut ada yang diperoleh dari Petani Desa Lampuyang, Pagatan, dan adapula dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) serta beras impor dari Vietnam.
”Stok beras yang ada masih cukup sampai beberapa bulan kedepan. Harga jualnya Rp 8.600 per kg dan ada juga yang beras Pagatan premium tersedia 30 ton dengan harga jual Rp 10 ribu per kg,” kata Rony yang sudah mengawali karier di Kantor Bulog Banjarmasin sejak 1997-2016.
Dikatakannya, beras hasil pembelian dari petani lokal telah dipasarkan keberbagai kios mitra bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
”Pembelian beras petani lokal ini kami optimalkan untuk mengurangi ketergantungan beras dari pasokan luar daerah. Masyarakat boleh membeli langsung ke Bulog. Tidak hanya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan daging beku bisa dibeli langsung ke kantor Bulog,” ucap pria asal kelahiran Bandung, 20 November 1969.
”Daging beku kami jual Rp 80 ribu per kg. Stok yang tersedia ada 12 ton, ini cukup aman sampai dua bulan kedepan,” tambahnya.
Secara rinci dijelaskan, untuk komoditas minyak goreng Bulog menjual dengan harga yang relatif terjangkau yakni Rp 17 ribu per liter merk MM, gula pasir 12.500 per kg, tepung Kita dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg, beras dijual dengan harga Rp 8.600 per kg dan beras premium dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg. Sedangkan, daging kerbau beku yang diimpor dari India dijual dengan harga Rp 80 ribu per kg.
Lebih lanjut Rony mengatakan, untuk memaksimalkan kualitas beras petani lokal, Perum Bulog Cabang Sampit berinovasi memproduksi beras lokal dengan merk Forti-Vit. Beras ini merupakan beras fortifikasi yang diperkaya tinggi vitamin B1,B3,B6,B9,B12, tinggi zat besi dan Zink.
”Beras ini kaya vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan lansia,” kata Rony yang pernah bertugas sebagai Kepala Perum Bulog Muara Teweh sejak 2016-2017 dan Kepala Perum Bulog Kapuas 2018-2020.
Rony mengatakan, program beras berfortifikasi atau beras sehat ini merupakan program pusat yang sudah diluncurkan tahun 2019 lalu. Dalam penyediaan vitamin, pihaknya bekerjasama dengan salah satu perusahaan penyedia kernel fortifikan.
”Perum Bulog Cabang Sampit satu-satunya kabupaten di Kalteng yang memiliki alat dan memproduksi sendiri beras lokal yang diolah, diproses ulang, kemudian dicampur vitamin lalu dikemas menggunakan alat vacuum,” kata Kepala Perum Bulog Sampit yang bertugas sejak Oktober 2020 lalu.
Tahun 2021 ini, pihaknya telah memproduksi sebanyak 7 ton beras medium fortifikasi dengan merk Forti-Vit yang dijual dengan harga Rp 15 ribu per kg. ”Penjualannya sudah disebar Se-kalteng. Sekarang, stok beras Forti-Vit yang tersedia tinggal 250 kg,” katanya.
Rony menargetkan tahun depan akan terus mengoptimalkan penjualan beras Forti-vit yang bertujuan untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan strategi nasional percepatan pencegahan stunting periode tahun 2018-2024 melalui intervensi gizi spesifik.








