Mulai dari pendaftaran hingga pengumumann penerimaan. Sampai saat ini, informasi yang didapatkan sangat minim. Baik itu dari ketua RT hingga instansi terkait.
”Kalau bisa pendaftarannya dibuat secara terbuka, ada tempat pendaftarannya. Informasinya juga dibuat seluas-luasnya, libatkan RT di lingkungan masing-masing. Tidak semua warga miskin di Kotim masuk data base. Masih banyak orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anakknya, termasuk saya. Kalau semuanya berpatokan pada data base, sampai kapan pun warga miskin yang tidak terdata tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Sekolhg Rakyat,” harap Anang.
Menurut Anang, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo sangat membantu warga miskin seperti dirinya.
Meskinya konsekuensi anak harus masuk asrama, hal itu tidak jadi masalah. Yang terpenting anak yang orantuanya tidak punya biaya tetap berkesempatan mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. (ton/ign)








