Motif Pembunuhan Polisi Masih Misteri, Merebak Kabar Terkait Jatah Sabu

kampung narkoba palangka raya
DIAMANKAN: Aparat kepolisian mengamankan para tersangka  pembunuhan personel Biddokkes Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono (38) di Kampung Narkoba Punton. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – dalam perkara pembunuhan terhadap personel Polda Kalteng, Budi mengatakan, pihaknya sudah menetapkan sejumlah tersangka. Penyelidikan akan terus dilakukan. Termasuk memburu para pelaku utama yang kabur.

”Terkait peran tersangka, ada yang memukul menggunakan kayu, tangan kosong, dan mengeroyok. Ada beberapa orang, termasuk pelaku utama yang masih dicari,” kata Budi.

Bacaan Lainnya

Mengenai keberadaan korban di lokasi itu serta motif pembunuhan, menurut Budi, masih diusut. Namun, dia tak membantah maupun tak membenarkan ketika ditanya ada kabar bahwa perkara itu berkaitan dengan jatah sabu. Hanya saya, lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi, terjadi adu mulut antara korban dengan para tersangka.

”Masih terus dilakukan penyelidikan mendalam. Kami akan terus bertindak. Selain itu, mengharapkan sinergisitas dari Polda Kalteng dan pemerintah agar melakukan penertiban secara terus-menerus,” katanya.

Seperti diberitakan, personel Biddokkes Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono tewas di kawasan Puntun dengan kondisi mengenaskan, Jumat (2/12) lalu. Korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi penuh lumpur. Jenazahnya terekam dalam video amatir hanya dibawa menggunakan gerobak dan didorong warga sekitar.

Baca Juga :  Jadi Bandar Sabu, Waria Diciduk Polisi di Salon

Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka akibat senjata tajam dan tembakan air softgun. Beberapa peluru bersarang di tubuhnya, di antaranya di telinga dan leher.

Terduga pelaku pembunuhan yang diamankan, yakni Suhaili alias Lili (52), warga Jalan Pinus Induk; Nopriansyah alias Tengkong (29), warga Jalan Kalimantan; Baidi alias Japang (29), warga Jalan Rindang Banua; Adi alias Tikus (43), warga Jalan Kalimantan; Muhammad Iqbal alias Bal Tumbal (27), warga Jalan dr Murjani; dan Akhmad Laksa (36), warga Jalan Rindang Banua. Beberapa pelaku lain masih dalam pengejaran. (daq/ign)

Pos terkait