Nestapa Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Terjangkit Covid-19

Terpaksa Patungan Beli Makanan, Berharap Bantuan Pemprov Kalteng

Empat mahasiswa Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta dinyatakan positif Covid-19
DILANDA COVID-19: Lokasi asrama mahasiswa Kalteng di Yogyakarta yang juga digunakan sebagai tempat isoman mahasiswa yang positif Covid-19. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Empat mahasiswa Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, dinyatakan positif Covid-19. Para mahasiswa itu tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di asrama mahasiswa Kalteng. Untuk memenuhi kebutuhan makan, mereka dibantu teman-teman satu asrama yang membelikan makanan secara patungan.

”Kami harus patungan untuk kebutuhan makan empat empat rekan mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Tovan, Selasa (22/2).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, mahasiswa yang positif Covid-19 tersebut sebenarnya telah melaporkan diri ke pihak terkait. Namun, hanya diminta melakukan isolasi mandiri. ”Sudah melapor, tapi hanya disuruh isoman,” kata Tovan.

Tovan menuturkan, hal itu sempat membuat mereka bingung, karena pasien isoman tak mendapat pasokan makanan. Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian dari Pemprov Kalteng. Setidaknya membantu memenuhi kebutuhan makanan dan asupan gizi rekan mereka yang sedang menjalani isoman.

Baca Juga :  Kebijakan Ini Ibarat ”Berjudi” di Tengah Pandemi

”Harapan kami, ada perhatian dari pemerintah di Kalteng, karena ini demi kesehatan teman-teman kami,” ujarnya.

Tovan mengaku harus patungan bersama teman-temannya yang lain untuk membeli makanan rekan mereka yang positif Covid-19. Empat mahasiswa yang positif Covid-19 tersebut terdiri dari dua orang mahasiswa dan dua mahasiswi.

Masing-masing asrama dihuni 15 mahasiswa dan 15 mahasiswi di ruangan yang terpisah. Saat ini mereka tidak banyak beraktivitas di luar dan hanya sesekali secara bergantian membeli makanan.

Hal tersebut dilakukan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Sebab, mereka khawatir semua mahasiswa justru akan tertular virus tersebut.

”Kami sementara ini lebih banyak tinggal di asrama, dengan melakukan sejumlah kegiatan. Baik olahraga dan bersih-bersih lingkungan, karena kami khawatir juga terjangkit Covid-19,” tandasnya. (yn/ign)

Pos terkait