Pecatur Cilik Bersinar di Kelas Senior

Babat Tiga Lawan tanpa Terkalahkan

catur

”Ingin cari pengalaman (bertanding di kelas senior). Ini juga termasuk tantangan,” ujar Rafa.

Rafa memang mempersiapkan turnamen itu secara serius. Dia rutin berlatih rata-rata tiga jam sehari. Selain itu, Rafa juga mengasah kemampuannya dengan bermain secara online.

Bacaan Lainnya

”Targetnya masuk tiga besar,” ujar pecatur yang pernah jadi juara turnamen catur online junior tingkat nasional ini.

Jalan Rafa untuk memuluskan targetnya diprediksi tak akan mudah. Pasalnya, dia dipastikan akan bertemu Amrullah, pecatur Sukamara yang sama-sama mengemas tiga poin. Apalagi calon lawannya itu bergelar master nasional.

Zainal Arifin, pelatih Rafa mengatakan, anak asuhnya tersebut memang sengaja dimasukkan dalam kelas senior untuk menambah pengalaman serta jam terbang bertandingnya. Hasilnya memuaskan, karena dari tiga babak berhasil memetik poin maksimal.

”Secara nasional, kemampuan Rafa sudah diperhitungkan. Bahkan, sebelum mengikuti turnamen ini, Rafa berhasil mengalahkan master nasional dalam turnamen di Banjarmasin,” ujar Zainal.

Baca Juga :  Cuti Bersama Lebaran Ditetapkan Empat Hari, Ini Jadwalnya

Ketua Percasi Murung Raya Pahala Budiman mengatakan, ada empat faktor penting agar pembinaan catur bisa berjalan dengan baik, yakni minat anak, dukungan orang tua, peran pelatih, dan organisasi yang menaungi.

”Kalau empat pilar ini saling mendukung, saya yakin akan maju. Di Kalteng banyak pemain bagus, tapi tanpa pelatih,” ujarnya.

Kejurprov Catur se-Kalteng akan berlangsung hingga Minggu (3/7) di Ballroom Hotel Werra Sampit. Ada 240 peserta yang meramaikan event tahunan Percasi Kalteng tersebut. Selain memperoleh piagam dan medali, para jawara akan mendapatkan uang pembinaan. Total hadiah turnamen tersebut mencapai Rp 56,2 juta. (hgn/ign)

Pos terkait