Pemprov Kalteng Jamin Sapi Kurban Layak Konsumsi

VAKSINASI-PMK-KOTIM
VAKSINASI: Petugas sedang melakukan penyuntikan vaksin PMK terhadap sapi ternak yang ada di Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (27/6). (YUNI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan telah berupaya menjaga agar ternak, khususnya sapi yang masuk Kalteng tak terjengkit wabah penyakit mulut dan kuku. Karena itu, jelang Hari Raya Iduladha, daging kurban, terutama sapi, dijamin aman dikonsumsi.

”Kami berusaha sesuai instruksi pimpinan bagaimana Kalteng ini tidak masuk wabah PMK. Segala regulasi mengenai hal itu sudah berjalan,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalteng Leonard S Ampung, Rabu (29/6).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, untuk memasok ternak ke Kalteng harus dilampirkan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah pengirim.

”Jadi, sebelum mereka melalulintaskan ternak masuk ke tempat kita, surat keterangan kesehatan hewan itu harus dipenuhi,” tegasnya.

Di samping itu, sebagai upaya pencegahan PMK, juga diterapkan kebijakan karantina hewan ternak selama 14 hari. Periode itu merupakan masa inkubasi PMK. ”Tidak bisa ditawar untuk di sini (lama karantina, Red), karena itu adalah masa inkubasi PMK,” jelasnya.

Baca Juga :  Kotim Tunggu Edaran Provinsi soal Lalu Lintas Hewan Kurban

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng Sutoyo menambahkan, sejak 1 Juni, seluruh petugas terkait pelayanan perizinan pengiriman hewan selalu disiagakan. Bahkan aktif setiap hari tanpa libur. Kebijakan itu untuk memastikan pelayanan terlaksana secara optimal dan tidak menghambat aktivitas di lapangan.

”Sabtu dan Minggu kami tetap buka. Bahkan sampai malam apabila ada kendala perorangan maupun perusahaan. Contohnya asosiasi peternakan sapi di Kobar ada terkendala dan lambat mengurus izin, namun berbenturan hari libur, tetap kami layani. Bahkan sampai jam sembilan malam tetap kami laksanakan,” tandasnya. (ewa/ign)

Pos terkait