Rendam Puluhan Rumah Warga, Banjir Gumas Juga Rusak Infrastruktur

Meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Sei Antai
KEBANJIRAN: Banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Sei Antai, Kecamatan Rungan Hulu, Jumat (18/2). (CAMAT RUNGAN HULU FOR RADAR SAMPIT)

KUALA KURUN Meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Sei Antai, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), pada Jumat (18/2) lalu. Bencana tersebut juga merusak infrastruktur di wilayah itu.

”Berdasarkan laporan Kepala Desa (Kades) Sei Antai, keseluruhan ada 83 rumah yang terendam banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas Champili, Sabtu (19/2).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, 83 rumah warga yang terendam banjir itu tersebar di empat rukun tetangga (RT). Rinciannya, RT 01 sebanyak 23 rumah, RT 02 sebanyak 17 rumah, RT 03 sebanyak 23 rumah, dan RT 04 sebanyak 20 rumah.

”Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan sebuah jembatan kayu penghubung antar-RT terputus,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya baru menerima laporan banjir di Desa Sei Antai. Dia mengingatkan kades, lurah, dan camat, agar segera melapor apabila wilayah mereka terendam banjir.

Baca Juga :  Begini Siasat KPU Kotim Antisipasi Kecurangan Seleksi Tertulis PPS Kotim

”Jika sudah menerima laporan, BPBD akan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan awal bencana banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Rungan Hulu Penyang D Massal mengatakan, banjir di Desa Sei Antai disebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi Kamis (17/2) malam, sehingga membuat DAS Rungan meluap.

”Banjir menyebabkan jembatan penghubung RT 01 dan RT 03 putus. Namun demikian, masih ada jembatan alternatif lain yang dapat digunakan warga sekitar,” katanya.

Dia melanjutkan, ketinggian air di beberapa titik sudah mencapai sekitar 1,5 meter. Tidak menutup kemungkinan ketinggian air tersebut akan semakin bertambah dalam beberapa waktu ke depan. (arm/ign)



Pos terkait