RSSI Pangkalan Bun Mampu Tangani Pasien Hidrosefalus

Sudah Setahun Berjalan, Telah Tangani 19 Pasien

RSSI Pangkalan Bun
Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanudin (RSSI) Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah makin berkembang pesat. Setelah menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanudin (RSSI) Pangkalan Bun telah mampu melayani penanganan pasien hidrosefalus.

Hal ini diungkapkan Wakil Direktur Pelayanan RSSI, dr Rita Wey kepada Radar Sampit, Rabu (3/5/2023) kemarin.

Bacaan Lainnya
Gowes

Menurutnya RSSI telah mampu menangani pasien hidrosefalus, sehingga masyarakat Kobar dan sekitarnya tidak perlu repot lagi untuk rujuk ke rumah sakit di Pulau Jawa.

“RSSI telah melayani penanganan hidrosefalus karena telah memiliki dokter spesialis bedah saraf sejak bulan Mei 2022 lalu,” katanya.

Ia juga menyebut selama setahun pelayanan itu telah ada 19 pasien yang tertangani. Dan telah ada 28 tindakan operasi dengan artian para pasien ini ada yang tidak hanya sekali menjalani operasi. Semua tergantung kondisi dari hidrosefalus yang diderita.

Baca Juga :  Sudah Ada 27 Anggota KPPS Meninggal

Belasan pasien itu berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, hingga Seruyan.

“Dari 19 pasien itu semuanya tidak hanya anak-anak, terutama bayi. Namun ada juga pasien dewasa. Karena hidrosefalus tidak hanya terjadi pada usia tertentu, semua bisa terkena,” terangnya.

Seperti diketahui bahwa hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak. Hidrosefalus merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak.

Akumulasi yang berlebihan dari cairan otak atau cerebrospinal fluid (CSF) berakibat pada pelebaran yang abnormal dari ruang-ruang dalam otak. Pelebaran ini menciptakan tekanan yang berpotensi membahyakan jaringan otak.

Direktur RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, dr Fahrudin mengatakan bahwa sementara ini penyakit tersebut hanya bisa diobati melalui operasi dengan tujuan membuang kelebihan cairan serebrospinal.

“Harus dioperasi, penyebabnya adalah terjadinya gangguan pembuangan cairan di kepala ke tulang belakang,” ujarnya.

Salah satu jenis operasi untuk menangani hidrosefalus adalah operasi pemasangan shunt. Shunt merupakan alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah saraf ke dalam kepala dengan tujuan mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain untuk selanjutnya diserap oleh pembuluh darah.



Pos terkait