Sentra Perikanan di Desa Seri Ijum Raya Bantu Ekonomi Keluarga

bantuan bibit ikan
USAHA PERIKANAN: Pokdakan Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kotim menerima bantuan bibit ikan patin, baru-baru tadi. (ISTIMEWA)

SAMPIT, radarsampit.com – Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, menjadi salah satu sentra perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang kemudian dinamakan Sentra Perikanan Terpadu Sijura. Dijadikannya Sijura sebagai sentra perikanan terpadu lantaran di desa itu terdapat jenis usaha perikanan yang cukup lengkap, meliputi usaha melalui penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan usaha pengolahan ikan.

”Uniknya, di Desa Sei Ijum, bapak-bapaknya menangkap ikan, sedangkan para istri-istrinya melakukan usaha budidaya perikanan hingga mengolah hasil perikanan menjadi ikan asin, kerupuk ikan yang bisa menambah penghasilan warga desa. Makanya kami jadikan Sei Ijum Raya sebagian sentra perikanan di Kotim,” ujar (Jabatan Fungsional) Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Muda Fahrul Jainal Ilmi Fahrul Jainal Ilmi.

Bacaan Lainnya

Penangkapan ikan yang dilakukan warga Desa Sei Ijum Raya yang umumnya dilakukan oleh kaum lelaki, merupakan kegiatan menangkap ikan menggunakan perahu atau kapal di perairan sungai dan laut.

Baca Juga :  Tiga Kasus Menonjol di Sampit Belum Terungkap

Sementara kaum wanita warga Desa Sei Ijum melakukan pembudidayaan ikan pada kolam air tawar, berupa budidaya ikan patin. Di samping itu, juga melakukan usaha pengolahan hasil ikan sebagai aktivitas bisnis perikanan sampai menjadi produk akhir untuk konsumsi manusia. Tujuannya, menaikkan nilai tambah produk perikanan.

Besarnya potensi perikanan di Desa Sei Ijum memberi manfaat yang sangat besar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan melalui usaha perikanan yang optimal.

”Usaha yang dilakukan masyarakat Desa Sei Ijum dari hasil penjualan ikan tangkapan, hasil penjualan ikan dari panen di kolam dan penjualan hasil olahan ikan berupa kerupuk itu bisa menunjang kebutuhan ekonomi keluarga yang ada di desa itu,” tuturnya.

Fahrul mengungkapkan, dalam upaya menghemat biaya pembelian pakan, para pembudidaya perikanan di desa tersebut menggunakan hasil tangkapan ikan dari nelayan yang tidak layak jual (ikan rucah), yang kemudian dijadikan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan yang dibudidayakan di kolam.



Pos terkait