Ditambahkannya, selama masa pandemi Covid-19 juga pihaknya terus mengingatkan kepada para penambang di tempat itu agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan memasang poster dan stiker mengenai Covid-19 di pondok-pondok warga.
Sementara itu perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Yusuf Nuril mengungkapkan, pihaknya terus mendukung perkembangan program kegiatan tersebut. Selain itu mendorong agar kedepannya penggunaan merkuri di lokasi tersebut tetap dapat terpantau dengan baik, meski program sudah berakhir.
”Termasuk juga, jika fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri nantinya sudah berjalan. Apakah di lokasi terjadi pengurangan penggunaan merkuri atau tidak. Kami berharap program tersebut nantinya dapat memberikan efek positif kepada para penambang dengan merubah mindset, dari yang menggunakan merkuri dengan beralih pada fasilitas yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya. (gus)