Tanah Banyak Dimiliki Orang Kaya, tapi Jalan Ini Dibiarkan Rusak

jalan rusak
DIBIARKAN RUSAK: Kondisi Jalan Walter Condrat Utara yang masih tanah berkubang.

”Padahal tanah sini yang punya banyak orang kaya. Ada orang pengusaha tinggal di Jakarta, ada pejabat Dinas PUPR, dan termasuk ada tanah Pak Wahyudi juga disini. Tetapi, buktinya meskipun pemilik tanah yang punya orang kaya, jalanan juga enggak bagus-bagus juga selama puluhan tahun ini,” tambahnya.

Di tahun 2005 lalu, Wahyudi Kaspul Anwar yang pada masa itu menjadi Bupati periode 2000-2010, membangun peningkatan Jalan Walter Condrat berupa tanah laterit campur batu koral.

Bacaan Lainnya

“Dulu itu jalan masih lebar, masih tanah laterit bebatuan dan ada dibuat gorong-gorong juga. Setelah, itu sampai dengan sekarang tidak ada peningkatan jalan sama sekali yang dilakukan pemerintah,” ucapnya.

Selama 16 tahun  Jalan Walter Condrat ke arah utara semakin menyempit dan warga yang selama ini tidak pernah mengalami kebanjiran mulai mengalami kebanjiran apabila terjadi hujan deras.

“Jalan Walter Condrat ini pada dasarnya datarannya tinggi dan tidak pernah banjir. Dalam lima tahun terakhir ini kami sering menerima banjir kiriman. Kalau sudah terjadi hujan deras aliran air dari Jalan Arjuno dan Hasan Mansur lewat sini, sehingga parit ini tidak mampu menampung debit air yang masuk membuat air menggenang sampai ke jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Mulai Perbaiki Jalan Rusak di Sampit

Sebelumnya, beberapa tahun lalu pihak Ketua RT setempat melaporkan keluhan banjir. Parit yang dulunya hanya selebar 50 cm, dilebarkan menjadi 1-1,5 meter agar banjir tak menggenang sampai ke jalan.

“Ada diturunkan alat berat dari Dinas PUPR kalau tidak salah. Tidak ingat tahunnya, parit dikeruk dan dilebarkan, akhirnya jalan semakin menyempit,” ujarnya.

Dirinya dan warga lainnya berharap agar Pemkab Kotim dapat melakukan peningkatan jalan di Jalan Walter Condrat arah utara. “Ya kami tidak berharap tinggi untuk diaspal. Paling enggak, jalan diuruk, dibangun siring disisi kanan dan kirinya agar aliran air hujan tidak sampai menggenang apabila terjadi hujan deras,” ujarnya.

Ipul warga lainnya menambahkan bahwa warga setempat sudah berkali-kali melakukan upaya pengerukan jalan untuk mengatasi jalan rusak dan kubangan air.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *