Tokoh Adat dan Lintas Agama Sepakat Tolak Politisasi SARA

whatsapp image 2023 05 08 at 15.09.36
RADO FOTO : Tokoh lintas agama dan adat di Kotim sepakat untuk menciptakan pemilu damai.

SAMPIT,radarsampit.com – Tokoh lintas agama dan adat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepakat untuk menyerukan pemilihan umum damai pada 2024 mendatang. Hal ini sebagai bentuk komitmen menghindari perpecahan akibat dipolitisasi oknum politikus yang kerap memanfaatkan isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

Deklarasi ini dihadiri perwakilan yakni Mediorapano yang juga Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalimantan Tengah, Dia menyampaikan, semua lapisan masyarakat wajib mendukung pemilu dan pilkada yang bersih dan sehat, tanpa menampilkan kampanye jatidiri dalam mengambil hati masyarakatnya .

Bacaan Lainnya

Selain itu juga perwakilan umat Muslim yakni Nurhaidi, tokoh Konghucu Wensei Suhardi, perwakilan Umat Hindu Kaharingan Wendy, Damang Kepala Adat Fitriansyah, ormas Fordayak M Saleh Suadi serta Ketua Batamad Kotim, Fitriansyah serta perwakilan pemuda Edy Kusmawan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Bundaran Balanga kilometer 3 Sudirman. Perwakilan Hindu Kaharingan Wendy menyebutkan apa yang dilakukan mereka ini semata untuk menyampaikan pesan damai kepada siapapun yang ada di Kotim. Mereka melihat konstelasi politik yang kian memanas ini berpotensi menyeret SARA sebagai salah satu senjata pamungkas untuk menyerang lawan politik (8/5) kemarin.

Baca Juga :  Ini Enam Sasaran Program Smart City di Kotim

”Maka dari itu kita sepakat semuanya untuk menghindari hal-hal yang tidak bermartabat dalam perpolitikan khususnya yang membenturkan SARA, dan kita ingin tebarkan kedamaaian dan buktikan Kotim ini jadi contoh dalam berdemokrasi yang lebih dewasa,’katanya

Diketahui, 14 Februari mendatang merupakan pemilu digelar bersamaan antara pileg dan pilpres. Saat ini KPU Kotim pun tengah membuka pendaftaran ke masing-masing partai politik hingga 14 Mei mendatang.(ang)



Pos terkait