Tragis! Bocah Tewas di Dermaga Kapal Feri Sungai Mentaya, Ini Kronologinya

korban sungai mentaya 1
MENINGGAL: Jenazah korban saat digendong orangtuanya (istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Seorang bocah berusia enam tahun bernama Sofi meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di area dermaga penyeberangan Sungai Mentaya, Selasa (21/10/2025).

Bacaan Lainnya

Peristiwa nahas itu terjadi saat Sofi bersama kedua orang tuanya hendak menyeberang menggunakan Kapal Feri Dian Mandiri. Ketika proses naik turun penumpang berlangsung, korban terpeleset dan jatuh ke sungai.

Nahas, tubuh mungilnya terjepit di antara badan kapal dan dermaga sebelum sempat diselamatkan warga sekitar.

“Benar, korban terpeleset dari kapal feri dan tercebur ke sungai. Saat itu kepala korban terjepit di antara kapal dan dermaga hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat,” ujar Camat Seranau Dwi Kushendro saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Korban diketahui merupakan putra dari Sawadi Ali, seorang guru ngaji yang tinggal di Jalan Mufakat, Kelurahan Mentaya Seberang.

Kejadian tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar yang berupaya melakukan pertolongan. Namun, nyawa bocah malang itu tak tertolong meski sempat dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit.

Dwi menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait kini tengah melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan di pelabuhan penyeberangan tersebut.

“Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, terutama para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di area penyeberangan. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya aspek keselamatan di pelabuhan rakyat. Aktivitas padat di Sungai Mentaya yang tidak diimbangi dengan fasilitas pengaman memadai, seperti pagar pembatas dan jalur pejalan kaki yang aman, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas keselamatan di area pelabuhan penyeberangan.

“Kami sangat berduka dan berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban di tempat seperti ini,” ujar Supriadi, salah satu warga Mentaya Seberang.

Pos terkait