Truk Angkutan Gumas-Palangka Raya Diprotes

Antrean panjang kendaraan truk dan roda empat
Antrean panjang kendaraan truk dan roda empat, jadi fenomena yang terjadi hampir setiap hari di ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya.(arhamsaid/radarsampit)

KUALA KURUN, RadarSampit.com – Saat ini, kondisi Jalan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas menuju Palangka Raya, mengalami kerusakan parah dan sering kali terjadi antrean panjang. Penyebabnya, semakin meningkatnya aktivitas truk angkutan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang melintasi jalan tersebut, mengangkut hasil pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Kondisi ini pun menuai reaksi dari Aliansi Masyarakat Gunung Mas (AMGM) dan Masyarakat Gunung Mas Bergerak.

”Aktivitas truk angkutan PBS dengan melintasi ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya, sudah melanggar komitmen aksi damai yang digelar di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang, pada 5 Januari 2022 lalu,” ucap Perwakilan Aliansi Masyarakat Gunung Mas (AMGM) dan Masyarakat Gunung Mas Bergerak (MGMB) Yepta Diharja, Selasa (5/7) sore.

Dipaparkannya, salah satu tuntutan dalam aksi damai tersebut, yakni berat muatan dan ukuran kendaraan truk yang melintas di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun harus mengacu pada ketentuan. Di samping itu, jika ada kerusakan jalan, maka PBS wajib memperbaiki jalan seperti semula. Tuntutan itu telah disetujui oleh Bupati Jaya S Monong dengan disaksikan Kapolres AKBP Irwansah dan lainnya.

Baca Juga :  Ini Kerugian Akibat Kebakaran di Km 6 Tumbang Samba

”Dari evaluasi kami, aktivitas truk angkutan PBS semakin bertambah. Bahkan, ada truk angkutan PBS dengan roda 10 lebih yang beroperasi. Selain jalan, gorong-gorong dan sejumlah jembatan juga mengalami kerusakan,” beber Yepta.

Ketika melintas di ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya lanjut dia, sejumlah oknum sopir angkutan truk PBS juga cenderung ugal-ugalan, dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Pos terkait