Warga Dusun Parit China Minta Keadilan

Buntut Sengketa Lahan Yang Berkepanjangan

arut utara parit china
DUSUN PARIT CHINA: Suasana RT 07, Dusun Parit Cina, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kobar, belum lama ini. Warga setempat berjuang agar jalan dan tanah hak mereka bisa dikembalikan. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Puluhan Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Parit China RT 7, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat menuntut keadilan karena Tempat Pemakaman Umum (TPU) mereka dikuasai oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah setempat.

Bukan hanya makam umum setempat, perusahaan itu juga dituding bertindak semena-mena dengan membuat parit galian yang bertujuan untuk memutus akses jalan terdekat dari dusun mereka menuju Kelurahan Pangkut.

Sebelum itu, sejak belasan tahun lalu perusahaan juga menutup akses jalan tersebut dengan portal besi, padahal sebelum perusahaan tersebut berdiri warga telah menggunakan ruas jalan tersebut. Perusahaan juga dianggap semena-mena dengan melarang warga memanen hasil kebun yang diakui milik masyarakat, hal itu telah mereka buktikan dengan kepemilikan surat tanah berupa SKT yang dikeluarkan oleh pemerintah kelurahan setempat.

Untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara perusahaan dengan masyarakat Dusun Parit China, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar rapat mediasi yang melibatkan perwakilan perusahaan dan masyarakat dusun Parit Cina di aula Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Selasa (26/10).

Baca Juga :  PT.SINP-PBNA Salurkan Beasiswa Berprestasi

Perwakilan masyarakat Dusun Parit China, Eko Peristiwo Utomo mengatakan, hasil dari mediasi yang dilaksanakan terkait beberapa hal yang dituntut masyarakat diakuinya belum ada keputusan yang memuaskan. “Dari pihak perusahaan masih banyak pertimbangan dalam memutuskan penyelesaian sengketa, jadi kami belum mendapatkan jawaban,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.