155.640 Warga Kalteng Terdampak Banjir, 8.547 Jiwa Mengungsi

banjir kobar
BANJIR: Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (25/10). Hampir semua kecamatan yang terendam, kecuali Pangkalan Lada. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

”Kami terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak terkait untuk memastikan perbaikan sarana prasarana tersebut dapat segera diperbaiki, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Penanganan pascabanjir, termasuk akibat gagal panen yang terjadi di beberapa wilayah juga terus kami tangani. Bantuan beras akan diberikan tambahan pada wilayah yang mengalami ancaman gagal panen, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan pangan,” katanya.

Lebih lanjut Sugianto mengatakan, perkembangan terbaru saat ini, banjir di tiga kabupaten dan satu kota dilaporkan surut, yaitu Barito Utara, Barito Selatan, Palangka Raya, dan Lamandau.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut, Sugianto menyerahkan secara simbolis bantuan untuk operasional penanganan bencana banjir kepada Polda Kalteng dan Korem 102/Pjg masing-masing Rp 1 miliar. Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis dana siap pakai sebesar Rp 500 juta rupiah dari BNPB untuk Pemprov Kalteng guna penanganan banjir.

Baca Juga :  Delapan Kelurahan di Palangka Raya Banjir, TNI dan Polri Dikerahkan Bantu Warga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Falery Tuwan mengatakan, Pemprov Kalteng menetapkan status tanggap darurat selama 21 hari. Terhitung 17 Oktober sampai 6 November 2022.

”Hal ini didasarkan jumlah kabupaten yang sudah menetapkan status tanggap darurat banjir sebanyak enam kabupaten, yaitu Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, dan Seruyan,” ujarnya. (ewa/ign)

Pos terkait