Ada Dugaan Gratifikasi di Evaluasi Tekon

Kuasa hukum eks tekon Pemkab Kotim Nurahman Ramadani,
Kuasa hukum eks tekon Pemkab Kotim Nurahman Ramadani, saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan, Senin (11/7). (yuni/radarsampit)

SAMPIT, RadarSampit.com – Pelaksanaan hingga hasil evaluasi/seleksi tenaga kontrak (tekon) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus menimbulkan polemik. Belakangan muncul dugaan adanya gratifikasi dalam pelaksanaan evaluasi yang digelar pada 23 Juni lalu.

Secara terang-terangan dugaan tersebut diutarakan langsung oleh kuasa hukum dari para tekon yang tidak lulus evaluasi/seleksi, Nurahman Ramadani. Dirinya mengaku sudah mendengar beberapa informasi terkait dugaan gratifikasi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya mendengar beberapa informasi, ternyata ada gratifikasi di dalam evaluasi ini,” ujarnya, ketika mendampingi sejumlah tekon saat mendatangi Setda Kotim, belum lama tadi.

Namun, Nurahman tidak menjelaskan lebih jauh terkait dugaan gratifikasi yang ia maksud. Pihaknya pun akan terus menulusuri dan mengumpulkan bukti-bukit terkait hal tersebut.

“Nanti akan saya laporkan langsung ke instansi yang berwenang, karena ini masih berupa laporan-laporan dari teman-teman. Insha Allah hal ini akan kami telusuri. Tapi nanti bukti-buktinya akan saya sampaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Harapkan Partisipasi Pemilih Pemula di Kotim Meningkat  

Sejak mendampingi para eks tekon menyuarakan tuntutan mereka, Nurahman merasa dikecewakan. Menurutnya, saat pertemuan pertama dengan Pemkab Kotim beberapa waktu lalu,  pihaknya hanya bertemu Asisten I dan Asisten III Setda Kotim. Begitu pun dengan pertemuan kedua pada Senin (11/7) lalu, yang hanya diwakili Asisten I, Asisten II, Asisten III Setda Kotim dan beberapa pejabat Pemkab Kotim lainnya, bukan Bupati Kotim Halikinnor, seperti yang mereka inginkan.

Pos terkait