Adu Kuat Elite Birokrat dan Politikus Rebut Peluang Pilkada Kotim

ilustrasi pilkada
Ilustrasi Pilkada

SAMPIT, radarsampit.com – Langkah sejumlah elite birokrat di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berniat mencalonkan diri akan jadi ajang persaingan dengan politikus murni. Di sisi lain, kondisi itu dinilai akibat minimnya kader partai yang bisa dijual dalam ajang pilkada.

”Apakah para birokrat ini bisa mengalahkan pamor orang partai untuk mendapatkan rekomendasi? Itu cukup menarik. Artinya, birokrat lebih piawai sebenarnya dalam bermain dan bertarung di dunia politik nantinya,” kata Supriadi, poltikus senior di Kotim, Senin (27/5/2024).

Bacaan Lainnya

Menurut Supriadi, sejumlah elite birokrat yang memutuskan maju dalam pilkada karena partai politik kurang bergairah mengusung kadernya di ajang konstelasi politik tersebut.

”Kalau saya melihat ini karena kurangnya kader partai yang bisa dijadikan petarung. Dengan melihat ini, birokrat-birokrat itu memilih maju. Padahal mereka latar belakangnya nonpolitik, tetapi bisa menggeser job orang politik,” ujar Supriadi.

Baca Juga :  Bupati Kotim Tegaskan Paskibraka Kotim Harus Bermental Baja

Supriadi menilai, minimnya kader partai untuk dicalonkan secara tak langsung memberikan banyak ruang kepada mereka yang bukan politisi untuk maju.

”Tapi kita dukung siapa pun dan berapa pun calon yang maju. Ini akan memberikan warna dan pilihan dalam di Pilkada Kotim nantinya,” katanya, seraya menambahkan, dalam beberapa bulan ke depan akan kelihatan manuver politik dari para bakal calon tersebut.

Sejumlah elite birokrat yang masuk  dalam bursa Pilkada Kotim, yakni Fajrurahman (Sekretaris Daerah Kotim). Dia telah mendaftarkan diri ke beberapa partai. Namun, sejauh ini Fajrurrahman yang tahun ini akan pensiun tersebut enggan berkomentar mengenai langkah politiknya.

Kemudian, Machmoer (Kepala DLH Kotim), telah mendaftarkan diri di Partai Nasdem Kotim. Lalu, ada Siyono yang masih menjabat sebagai Camat Parenggean tengah aktif memburu perahu politik.

Adapun dari kalangan politikus, ada Jhon Krisli, Aswin, Sanidin, Muhammad Rudini, Selvia Sarah, dan lainnya. Sejumlah nama itu sebelumnya ikut berlaga dalam pemilihan calon anggota legislatif 14 Februari lalu, namun gagal melenggang ke kursi wakil rakyat di DPRD Kotim. (ang/ign)



Pos terkait