Astaga!!! Makam Kubah Buyut Datu Kalampayan Terancam Tenggelam

Cegah Abrasi, Kerahkan SOPD Bangun ”Benteng Pertahanan”

abrasi,Datu Kalampayan,datu kalampayan habib,datu kalampayan artinya,datu kalampayan wafat,datu kalampayan pahlawan nasional,datu kalampayan adalah sebutan bagi muhammad arsyad al banjari,datu kalampayan dan guru sekumpul,Pantai Ujung Pandaran,Wakil Bupati Irawati

RadarSampit.com – Makam Kubah Buyut Datu Kalampayan Al Banjari di dekat Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terancam tenggelam. Kuatnya ombak terus memukul bangunan hingga mengakibatkan abrasi dan mengancam bangunan bersejarah itu.

Mengetahui kondisi bangunan yang kian memprihatinkan, Bupati Kotim Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati, bersama seluruh jajaran satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) bekerja bakti mendirikan ”benteng pertahanan” di sisi bangunan kubah makam.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan membagi menjadi dua regu. Rombongan Bupati Kotim Halikinnor bersama jajaran SOPD melaksanakan gotong royong pada, Sabtu (10/7) lalu.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadi milik Bupati Kotim @Halikin_1, sang bupati mengenakan kaos dengan topi hitam bersama sejumlah pejabat lainnya mengangkut karung pasir berbobot 50 kilogram.

Mereka terlihat kesulitan, karena ombak terus menerjang setiap 10 detik sekali. Meski demikian, hal itu tak membuat semangat mereka surut.

”Kerja bakti di area kubah makam ini sebagai semangat Habaring Hurung. Saya mengajak seluruh SOPD dan 17 camat di Kotim ikut kerja bakti. Karena, pekerjaan yang sulit akan terasa ringan apabila kita kerjakan bersama dengan ikhlas dan bahagia. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” kata Halikinnor.

Untuk meringankan beban satu sama lain, setiap SOPD dan 17 kecamatan diminta mengumpulkan minimal 20 karung berisi pasir untuk diletakkan di sisi bangunan makam agar tak semakin tergerus abrasi.

Regu kedua dilanjutkan Wakil Bupati Irawati, diikuti sejumlah SOPD dan camat. ”Kita semua ikut prihatin dengan kondisi makam yang terancam hancur dan tenggelam. Kerja bakti ini sebagai solusi jangka pendek agar bangunan kubah makam jangan sampai tenggelam,” kata Irawati, Minggu (11/7).

Baca Juga :  Tangani Abrasi dengan Mangrove

Irawati menuturkan, dirinya sedang mencoba menghubungi pihak keluarga atau Zuriyat Syech yang dimakamkan di lokasi tersebut. ”Saya nanti akan coba pihak keluarga dari makam syekh untuk membicarakan penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Kotim terkait hal ini,” katanya.

Sebagai informasi, bangunan kubah tersebut di dalamnya terdapat makam Al’alimul Allaamah Syech Haji Abu Hamid bin Al’alimul Allaamah Mufti Syech Haji Muhammad As’ad yang dikenal dengan Buyut Datu Kalampayan Al Banjari.

Pantauan Radar Sampit, sebagian pondasi bangunan makam sudah hancur. Terutama yang berada di dekat bibir pantai. Apabila hal itu tak segera ditangani, bangunan kubah makam tersebut dipastikan tinggal menunggu waktu untuk hancur dan tenggelam terseret ombak.

Di sisi lain, tak jauh dari lokasi bangunan makam, terdapat bangunan musala yang kondisinya lebih parah. Bangunan lebih dulu hancur sekitar 5 bulan terakhir.

”Tidak lama setelah musala tersebut hancur dan runtuh dihantam abrasi, rumah penunggu makam juga mengalami hal sama,” kata Siti Fauziah, Direktur Radar Sampit yang ikut kerja bakti di lokasi bangunan makam.

Sebelumnya, 20 Mei 2020 lalu dikabarkan Huma Betang yang berada di area kawasan Pantai Ujung Pandaran juga terancam tenggelam karena terus tergerus abrasi. Informasinya, pemerintah pusat melalui Provinsi Kalteng telah membangun breakwater (pemecah ombak) sepanjang 125 meter dengan anggaran sekitar Rp 8 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN dan pekerjaan sudah rampung tahun lalu.

Selain itu, Pemerintah juga sudah mengambil langkah dengan meletakkan ribuan karung pasir untuk menahan gelombang air laut. Namun, kondisinya saat ini sudah hancur. Karung pasir dinilai tidak akan bertahan lama menahan derasnya ombak laut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *