Astaga!!! Makam Kubah Buyut Datu Kalampayan Terancam Tenggelam

Cegah Abrasi, Kerahkan SOPD Bangun ”Benteng Pertahanan”

abrasi,Datu Kalampayan,datu kalampayan habib,datu kalampayan artinya,datu kalampayan wafat,datu kalampayan pahlawan nasional,datu kalampayan adalah sebutan bagi muhammad arsyad al banjari,datu kalampayan dan guru sekumpul,Pantai Ujung Pandaran,Wakil Bupati Irawati

Irawati menuturkan, dirinya sedang mencoba menghubungi pihak keluarga atau Zuriyat Syech yang dimakamkan di lokasi tersebut. ”Saya nanti akan coba pihak keluarga dari makam syekh untuk membicarakan penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Kotim terkait hal ini,” katanya.

Sebagai informasi, bangunan kubah tersebut di dalamnya terdapat makam Al’alimul Allaamah Syech Haji Abu Hamid bin Al’alimul Allaamah Mufti Syech Haji Muhammad As’ad yang dikenal dengan Buyut Datu Kalampayan Al Banjari.

Bacaan Lainnya

Pantauan Radar Sampit, sebagian pondasi bangunan makam sudah hancur. Terutama yang berada di dekat bibir pantai. Apabila hal itu tak segera ditangani, bangunan kubah makam tersebut dipastikan tinggal menunggu waktu untuk hancur dan tenggelam terseret ombak.

Di sisi lain, tak jauh dari lokasi bangunan makam, terdapat bangunan musala yang kondisinya lebih parah. Bangunan lebih dulu hancur sekitar 5 bulan terakhir.

Baca Juga :  Tujuh Rumah di Desa Keraya Siap Direlokasi

”Tidak lama setelah musala tersebut hancur dan runtuh dihantam abrasi, rumah penunggu makam juga mengalami hal sama,” kata Siti Fauziah, Direktur Radar Sampit yang ikut kerja bakti di lokasi bangunan makam.

Sebelumnya, 20 Mei 2020 lalu dikabarkan Huma Betang yang berada di area kawasan Pantai Ujung Pandaran juga terancam tenggelam karena terus tergerus abrasi. Informasinya, pemerintah pusat melalui Provinsi Kalteng telah membangun breakwater (pemecah ombak) sepanjang 125 meter dengan anggaran sekitar Rp 8 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN dan pekerjaan sudah rampung tahun lalu.

Selain itu, Pemerintah juga sudah mengambil langkah dengan meletakkan ribuan karung pasir untuk menahan gelombang air laut. Namun, kondisinya saat ini sudah hancur. Karung pasir dinilai tidak akan bertahan lama menahan derasnya ombak laut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *