Balada Si Udin Pocong, Legenda Curat Spesialis Masjid dan Sekolah

UDIN POCONG: Safarudin alias Udin Pocong (41) saat ditangkap dan diserahkan kepada Satreskrim Polres Kobar, Sabtu (8/1) pukul 22.18 WIB. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

Sebutan Udin Pocong disematkan pada pria asal Kecamatan Kumai pada tahun 2015 silam. Ketika itu pria berperawakan kurus kering itu beraksi dengan menyaru sebagai pocong dan membuat geger warga Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Pangkalan Bun)

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Bagi warga Kota Pangkalan Bun, nama Safarudin alias Udin Pocong (41) sudah tidak asing lagi. Pria lajang ini diketahui merupakan residivis pencurian dengan pemberatan dan berulang kali masuk penjara.

Entah sudah berapa lubang bekas peluru di kedua betisnya. Namun cinderamata itu tak juga membuatnya jera untuk kembali melakukan aksi kejahatan. Seolah ketagihan, bujang lapuk ini terus saja melakukan tindak kriminal.

Dimulai pada tahun 2015 silam, di Jalan Pangkalan Bun Kotawaringin Lama, Safarudin kerap melakukan pembegalan dengan berpura-pura minta tolong kepada pengendara yang melintas, ia tidak sendiri tetapi bersama rekannya.

Aksinya berjalan mulus dan ia mulai melakukan aksi kejahatan lainnya. Saat itu dengan menggunakan mukena dan wajahnya dirias putih, ia meneror warga di lima RT di Kelurahan Raja Seberang.

Isu pocong langsung menyebar dari mulut ke mulut dan membuat malam di kelurahan bantaran Sungai Arut itu mencekam. Warga memilih untuk berada dalam rumah dan cepat tidur. Rupanya suasana tersebut yang diinginkannya, kondisi mencekam itu membuatnya leluasa membongkar warung-warung di Kelurahan Raja Seberang dan menguras isinya.

Pos terkait