Bangkai KM Putri Ayu 3 Ditemukan Terbalik dan Terikat Tali Jangkar

BANGKAI KAPAL: Tim SAR gabungan menemukan objek yang diduga KM Putri Ayu 3 yang tenggelam di perairan laut Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, objek ditemukan, Minggu (22/8) pukul 10.30 WIB. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Bangkai kapal yang diduga KM Putri Ayu 3 yang tenggelam di perairan laut Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi terbalik, Minggu (22/8) pukul 10.30 WIB.

Tim SAR menemukan kapal yang masih terikat pada jangkar tersebut di 21 Neutical Mile (NM) arah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) atau 6 Neutical Mile dari titik koordinat awal tenggelamnya KM Putri Ayu 3.

Bacaan Lainnya

Kapal nelayan pencari ikan yang bertolak dari Muara Baru Jakarta itu, tenggelam pada Senin 16 Agustus 2021 dinihari akibat dihantam ombak besar di 60 kilometer dari TNTP, Kecamatan Kumai.

Saat peristiwa terjadi KM Putri Ayu membawa 13 penumpang, dan 7 diantaranya di kabarkan hilang, 1 meninggal dunia dan 5 orang selamat, dan pada hari ke 4 pencarian kembali ditemukan oleh kapal pencari cumi dua orang lainnya dalam keadaan meninggal dunia. Dengan begitu tercatat 3 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya belum bisa memastikan apakah 5 orang penumpang lainnya yang dalam pencarian terjebak dalam bangkai kapal yang ditemukan tersebut, pihaknya akan mencari informasi kepada 5 orang yang selamat pada musibah tenggelamnya kapal Putri Ayu 3.

Begitu pula dengan bangkai kapal tersebut apakah akan dilakukan evakuasi (pengangkatan) atau tidak hal itu sepenuhnya akan diserahkan sepenuhnya kepada pemilik kapal.

“Saya belum bisa memastikan, rencananya pihak owner akan mencari info kepada 5 orang yang selamat di Muara Baru Jakarta, sampai saat ini saya belum terima info dari pihak owner, begitu pula masalah pengangkatan bangkai kapal kami serahkan sepenuhnya ke pihak owner,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya, M Haryadi, Senin (23/8).

Menurut Haryadi, objek kapal dengan warna lambung merah, dan lunas kapal berwarna merah itu saat ditemukan dalam keadaan masih terikat jangkar dengan posisi terbalik, dan hanya tersisa bagian depan kapal yang masih terapung.

Ia mengungkapkan objek kapal saat ini dalam kondisi tidak stabil karena ada bagian tali pengikat jangkar yang putus akibat hantaman gelombang dan derasnya arus air laut.

Dikhawatirkan, karena gelombang di laut di sekitar objek yang ditemukan ketinggiannya mencapai antara 1 sampai 2 meter, membuat objek kapal yang berada dipermukaan bergerak terus dan tali kapal sewaktu-waktu bisa putus, bila hal itu terjadi maka kapal dapat tenggelam kapan saja. “Untuk melakukan penyelamatan pada titik tersebut sangat tidak memungkinkan, lantaran dinilai dari keadaan cuaca yang bisa membahayakan keselamatan tim penyelamat,” tegasnya.

Mengingat bahwa hari ini merupakan hari terakhir operasi pencarian korban tenggelam KM Putri Ayu 3, maka langkah selanjutnya pada hari ke tujuh pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak pemilik kapal di Jakarta dan keluarga terkait dengan kesepakatan, karena tim SAR gabungan hanya melakukan pencarian selama 7 hari.

Untuk di ketahui, hingga hari terakhir, tim gabungan yang ikut operasi penyelamatan adalah dari unsur Rescue KKP Palangka Raya dan Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalteng, Polair Kobar, Pos TNI AL Kuala Pembuang, Pos TNI AL Kumai, KSOP Sigintung, BPBD Kobar, Kepala Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang, PMI Kotawaringin Barat dan masyarakat sekitar. “Untuk info pasti penutupan operasi SARĀ  masih menunggu instruksi dari SMC,” pungkasnya. (tyo/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *