Banjir Makin Parah, Ribuan Warga Lamandau Terdampak

banjir lamandau
Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, Selasa (28/5/2024) (Ria Mekar/Radar Sampit)

NANGA BULIK, radarsampit.com – Banjir yang melanda Kabupaten Lamandau hingga Selasa (28/5/2024) terus meluas. Kiriman air dari wilayah hulu mulai berdampak pada desa – desa di daerah hilir sungai.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Hendikel menyebut bahwa banjir yang terjadi kali ini akibat hujan deras sejak beberapa hari terakhir di wilayah hulu Lamandau.

Bacaan Lainnya

“Kalau di sekitaran kota, memang hujan namun intensitasnya sedang. Di hulu sana yang hampir setiap hari hujan, akibatnya sekarang baru sampai di Nanga Bulik dan menggenangi perumahan warga,” ucapnya.

Di hari ketiga ini, kondisi permukaan air sungai sudah mulai surut perlahan. Tercatat di Kecamatan Bulik ada lima desa terdampak, yakni Kelurahan Nanga Bulik, Desa Kujan, Desa Sungai Mentawa, Desa Bunut, dan Desa Batu Kotak.

Selain itu juga ada desa persiapan Liku Mulya Sakti yang sempat dilewati banjir. Jumlah KK terdampak mencapai 328 KK atau 1.215 jiwa.

Baca Juga :  Waspadai Paham Radikal dan Terorisme

Pemerintah daerah langsung melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana.

Kemarin, Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani bersama dengan Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono serta perwakilan Kodim 1017-Lmd melakukan monitoring sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir.

“Hari ini kita menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Nanga Bulik. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan dan membantu masyarakat, khususnya warga terdampak banjir,” ungkap Pj Bupati Lilis Suriani.

Tiap KK mendapatkan dua paket sembako, yakni bansos dari Pangdam yang baru saja berkunjung ke Lamandau dan dari dinas sosial.

Diketahui, penyaluran bantuan korban banjir tersebut dilakukan di beberapa lingkungan RT di Kelurahan Nanga Bulik, seperti di RT 4, RT 9, RT 8 dan RT 10.

“Harapannya, banjir segera surut, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal seperti biasanya,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir agar selalu waspada, menjaga kesehatan, tidak membuang sampah sembarangan, hati-hati terhadap aliran listrik dan mengawasi anaknya saat bermain air.  (mex/yit) 



Pos terkait