Begini Solusi Pelayanan Kapal di Kumai setelah Karamnya KM Kirana I

tinjau kapal karam
MENINJAU: Pj Bupati Kobar Anang Dirjo meninjau lokasi karamnya KM Satya Kencana III di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kamis (20/10). (RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Karamnya KM Satya Kencana III di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat dikhawatirkan bisa mengganggu pelayanan angkutan laut Kumai – Surabaya.

Namun, para pengguna transportasi laut diharap tetap tenang, karena PT Dharma Lautan Utama akan mengoperasikan KM Kirana I yang diperbantukan untuk mengisi jadwal KM Satya Kencana III.

Bacaan Lainnya

Kepala Cabang PT DLU Kumai Agus Supriyanto mengatakan musibah KM Satya Kencana III ini tidak lantas membuat pelayanan mereka terhenti. Pelayaran akan tetap berlanjut karena jalur Kumai-Surabaya dilayani dua kapal.

”Sementara saat satu kapal bermasalah, satu kapal yakni Dharma Kencana III masih sesuai jadwal,” kata Agus, Kamis (20/10).

Namun, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DLU pusat terkait penjadwalan untuk kapal pengganti KM Satya Kencana III. Sehingga pelayanan penumpang dan kendaraan secepatnya bisa kembali normal.

”Insya Allah kita akan atur jadwal lagi untuk kapal perbantuan rute Kumai-Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Libur Nataru, Penumpang Kapal dari Sampit tetap Normal

Sementara itu, Direktur Operasi dan Usaha PT DLU Rahmatika Ardianto menjelaskan, untuk normalisasi pelayanan penumpang dan kendaraan rute Kumai – Surabaya telah disiapkan satu kapal pengganti.

”Sedangkan pengganti KM Satya Kencana III sudah kami siapkan KM Kirana I untuk melayani rute Kumai-Surabaya yang lumayan padat dan tinggi penumpang ini,” jelasnya.

Kepala KSOP Kumai Hary Suyanto memastikan aktivitas di Pelabuhan Panglima Utar Kumai masih bisa berjalan dengan baik, meski harus menerapkan pergantian saat sandar di pelabuha.

”Tak ada masalah, ketika ada kapal nanti bisa bergantian. Sampai nanti pengangkatan kapal dilakukan setelah selesainya investigasi oleh KNKT,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kobar Anang Dirjo saat meninjau karamnya kapal tersebut mengatakan, musibah itu harus menjadi pelajaran. Perlu kehati-hatian dan perhitungan cermat saat hendak menurunkan kendaraan dari kapal.

”Setelah adanya kejadian ini baru muncul berbagai argumen. Meskipun demikian, kami minta PT DLU bertanggung jawab atas kejadian ini,” katanya. (rin/sla)



Pos terkait