Peminatnya Membeludak, Jatah Pelayanan Vaksin Booster Covid-19 di Sampit Terpaksa Ditambah

berburu vaksin booster
ANTUSIASME TINGGI: Warga berebut mendapatkan jatah vaksin booster Covid-19 yang disediakan Pemkab Kotim di Rujab Bupati Kotim, Kamis (20/10). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Layanan vaksin booster Covid-19 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) disambut antusias masyarakat. Bahkan, ada yang rela jauh-jauh dari kabupaten tetangga untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

Rumah jabatan Bupati Kotim pagi kemarin (20/10) lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 05.30 WIB, warga dari berbagai penjuru berbondong-bondong mendatangi bangunan megah yang terletak di Jalan Ahmad Yani Sampit itu.

Bacaan Lainnya

”Saya sejak pagi sudah menunggu. Jam delapan baru buka. Saya sudah sebulan terakhir cari vaksin booster, tapi baru kali ini ketemu,” kata Eno, warga dari Kecamatan Baamang.

Pantauan Radar Sampit, warga sampai berebut mendapatkan nomor antrean sejak dibuka penyelenggara. Saking membeludaknya, banyak yang tidak kebagian. Mereka protes dan meneriaki penyelenggara.

Menyikapi itu, panitia penyelenggara langsung menambah kuota vaksin. Awalnya nomor urut yang diberikan hanya sampai 150 orang. Ketika nomor antrean ditambah, protes warga akhirnya bisa diredam.

Baca Juga :  Lubang Besar Ditimbun Berlapis, Diguyur Hujan, Agregat Lingkar Selatan Langsung Jadi ”Bubur”

Eno menuturkan, dirinya bersama warga lainnya berburu vaksin booster karena  masih menjadi kewajiban untuk bepergian. ”Ketika saya mau berangkat keluar daerah, ditanya vaksin booster. Itu jadi kendala kami,” katanya.

Safarudin, warga lainnya mengaku beruntung mendapatkan kesempatan untuk vaksin ketiga tersebut. Pasalnya, dia sampai mencari hingga ke kabupaten lain, namun  semuanya kosong.

”Saya kemarin tanya teman di Palangka Raya, ternyata kosong juga,” ujarnya.

Warga yang ingin mendapatkan layanan vaksin booster sebagian besar berencana bepergian ke luar daerah dengan berbagai keperluan. ”Kami tidak tahu ke depannya booster ini dijadikan syarat apa saja. Makanya, begitu ada kesempatan, langsung dimanfaatkan. Daripada nanti pusing cari vaksin,” ujar Safarudin.

Pos terkait