Belum Berhasil Dikembangkan, Kobar Andalkan Pasokan Bawang Merah dari Jawa

bawang merah kobar
PANEN: Petani bawang merah di Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat. (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih belum mampu berswasembada bawang merah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sejauh ini bawang merah yang beredar di beberapa pasar tradisional merupakan komoditas yang dipasok dari luar Jawa dan Pontianak.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat, Adi Budi Arto mengakui bahwa pengembangan bawang merah di Kabupaten Kotawaringin Barat masih menghadapi kendala.

“Bawang merah, hampir semuanya produk luar Pangkalan Bun, bisa dari Jawa maupun Pontianak,” ungkapnya, Selasa (14/5/2024).

Menurutnya, hasil budidaya bawang merah yang dikembangkan di Kabupaten Kobar selama ini hasilnya tidak memuaskan, terutama penyakit moller (fusarium), hal itu mengakibatkan produktivitas sangat rendah.

Kalaupun ada petani yang mengembangkan bawang merah, hanya sedikit dan tidak sampai dijual di pasar tradisional.

Disebutkannya bahwa saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Kobar memfokuskan untuk pengembangan produk holtikultura yaitu bawang merah dan cabai.

Baca Juga :  Pembobol Sekolah di Kumai Hilir Diringkus Polisi Berkat Rekaman CCTV

Berbeda dengan bawang merah, untuk cabai masih memungkinkan dikembangkan di Kobar. Saat ini minat petani bertanam cabai sangat tinggi, sehingga produksi cukup tersedia di pasar, ditambah dengan pasokan dari Jawa dengan harga yang jauh lebih murah dari produk lokal.

“Kalau cabai, secara hitungan produksi dari petani Kobar mencukupi, cuma sebagian hasilnya juga dibawa ke Sukamara dan Lamandau,” sebutnya.

Hal itu terbukti ketika harga cabai melonjak tinggi di Jawa, dan pasokan ke Kalimantan Tengah menurun, harga cabai di Kobar masih bisa dikendalikan.

Kelebihan cabai lokal adalah lebih segar dan daya tahan lebih lama.

Terkait dengan bawang merah, menjadi tantangan pemerintah dan petani bawang merah di Kobar. Perlu pemilihan lokasi tanam yang tepat dan cenderung basah agar hasil panen lebih baik.

“Kemarin lahan pematang sawah di Desa Sebukat, Pangkalan Banteng, dan Karangsari, hasilnya bagus, tetapi masih konsumsi lokal,” pungkasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait