Benih Ikan Nila Paling Laris Terjual di Gunung Mas

ikan
BALAI BENIH IKAN : Kolam ikan di BBI Kurun yang digunakan untuk budidaya beragam benih dan induk ikan. DPKP GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT

KUALA KURUN,radarsampit.com – Sepanjang tahun 2022, benih ikan nila menjadi komoditas yang paling laris terjual di Balai Benih Ikan (BBI) Kurun dan Tewah, kemudian disusul benih ikan patin serta gurame.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Hansli Gonak.

Bacaan Lainnya

“Benih ikan nila yang terjual sebanyak 63.826 ekor, lalu benih ikan patin 58.620 ekor, dan benih ikan gurami 50.568 ekor,” ucap Hansli Gonak, Jumat (6/1).

Dia mengatakan, penjualan benih ikan di BBI merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DPKP. Di samping itu, juga ada sumber PAD dari penjualan ikan afkir.

“Untuk jenis bibit ikan yang tersedia di BBI, yakni ikan mas, lele, patin, nila, papuyu, dan gurame, serta juga dijual induk ikan tadi,” tuturnya.

Terkait harga benih ikan, lanjut dia, itu tergantung dari jenis dan ukuran. Benih ikan mas, harganya Rp350-Rp700 per ekor, ikan patin Rp300-Rp1.000 per ekor, ikan nila Rp250-Rp650 per ekor, ikan lele Rp350-1.100 per ekor, ikan gurame Rp1.000-Rp3.200 per ekor, dan ikan papuyu Rp400-Rp800 per ekor.

Baca Juga :  Dilaporkan Warga Sering Transaksi Sabu di Rumah, Pengedar Sabu di Gumas Ini Tak Berkutik

“Sedangkan harga induk ikan, yakni ikan mas Rp80 ribu per kilogram, ikan patin Rp170 ribu per kilogram, ikan nila Rp 75 ribu per kilogram, ikan lele Rp75 ribu per kilogram, ikan gurame Rp150 ribu per kilogram, dan ikan papuyu Rp80 ribu per kilogram,” sebutnya.

Di tahun 2022 lalu, tambah dia, DPKP dibebankan target PAD sebesar Rp100 juta, dan berhasil direalisasikan. Kalau tahun 2023 ini, ditargetkan PAD Rp132 juta.

“Meski target PAD meningkat, kami akan berupaya agar realisasinya dapat mencapai target,” tukasnya. (arm/fm)

Pos terkait