Berbagi Ilmu Mengurus Organisasi Wartawan

pwi kotim
KUNJUNGAN: Jajaran PWI Kotim dan PWI Barsel foto bersama usai pertemuan dalam rangka kaji banding yang dilakukan PWI Barsel, Sabtu (10/12).

SAMPIT, radarsampit.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Selatan kembali bertandang ke kantor PWI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini merupakan rangkaian kaji banding PWI Barsel dengan PWI  Kotim. PWI Kotim dipilih karena dianggap jadi barometer yang baik dan lebih maju di Kalteng.

Rombongan PWI Barsel tiba Sabtu (10/12) pagi. Disambut langsung  jajaran pengurus PWI Kotim, di antaranya Ketua PWI Kotim Siti Fauziah. Fauziah mengapresiasi kaji banding itu. Menurutnya, PWI Kotim selama ini memang dianggap sebagai PWI yang paling banyak memiliki anggota.

Bacaan Lainnya

”Terima kasih kunjungan kawan-kawan PWI Barsel. Di dalam forum ini kita saling sharing, saling berbagai pengalaman dan ilmu dalam mengelola organisasi PWI ini. Kami senang dengan kedatangan rekan PWI di Kota Sampit ini yang kedua kalinya,” kata Fauziah.

Fauziah menuturkan, dalam berbagai programnya, PWI Kotim selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, sehingga hubungan baik dengan pemerintah serta instansi lainnya juga berdampak terhadap roda organisasi tersebut.

Baca Juga :  Terlalu Sering Edarkan Sabu, Emak-Emak Ini Ditarget Polisi

”Salah satu cara kami mengelola organisasi ini bagaimana bisa menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah hingga dunia usaha. Sinergisitas ini memang diperlukan untuk organisasi. Terlebih satu tujuan untuk pembangunan di Kotim ini,” kata Fauziah.

Dia melanjutkan, keanggotaan PWI Kotim memang banyak. Bahkan, ke depannya diprogramkan untuk rekrutmen wartawan aktif di Kotim untuk tergabung di bawah PWI Kotim. ”Sehingga jumlahnya bisa bertambah. Bahkan di atas 60 orang totalnya nanti,” kata Fauziah.

Rombongan PWI Barsel dipimpin langsung Ketua PWI Yulius Sinaga. Yulius mengatakan, jumlah anggotanya 27 orang, namun tidak semua ikut dalam kegiatan itu. Menurutnya, PWI Kotim memang tepat dijadikan sebagai percontohan.

”Saran dan masukan yang kami dapatkan dalam kegiatan ini akan jadi program pelaksanaan kami di PWI tahun depan. Kotim sangat luar biasa, baik dari organisasi maupun jumlah anggotanya, sehingga perlu manajemen organisasi yang mumpuni untuk membawa organisais itu ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (ang/ign)

Pos terkait