Bertugas Tak Mengenal Waktu, Polisi Ini Pernah Diacungi Parang sampai Tiga Kali

bhabinkamtibmas menteng
MENGAYOMI: Aipda Toha  saat menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng, Palangka Raya. (DODI/RADAR SAMPIT)

Sosok polisi yang humanis membuat Aipda Toha dikenal baik dan dekat dengan masyarakat. Keberadaan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang bertugas di Kelurahan Menteng Palangka Raya ini membuat masyarakat merasa aman dan terlindungi.

DODI-radarsampit.com, Palangka Raya

Bacaan Lainnya

Bagi Toha, mengabdi merupakan panggilan utama tugasnya. Hal itu juga yang membuatnya senang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas. Dia bisa melayani masyarakat secara langsung.

”Senang bisa mengabdi secara langsung. Apalagi Bhabinkamtibmas jadi ujung tombak Polri di masyarakat. Bisa langsung melihat realita di lapangan,” ujar Toha kepada Radar Sampit, Senin (10/10).

Toha menuturkan, dalam kondisi apa pun, seorang Bhabinkamtibas harus selalu siap bertugas. Cakupan tugasnya pun luas. Tak hanya persoalan hukum, tetapi juga banyak menangani masalah sosial di lingkungan masyarakat, seperti warga yang sakit, persoalan tanah, selingkuh, warga kurang mampu, dan lainnya.

Baca Juga :  Gelar Tes Urine Dadakan, Pertegas Sanksi Polisi Terlibat Narkoba

”Saya selalu siap. Baik malam, pagi, siang, sore, sampai dini hari selalu ada. Saya sudah berdinas sebagai Bhabinkamtibmas sekitar 20 tahun,” kata pria yang dilantik pada 23 Desember 2000 ini.

Dia berdinas pertama kali di Dit Sabhara Polda Kalteng selama delapan bulan. Kemudian pindah ke Polres Palangka Raya pada 2001. Setelah itu dipindahkan lagi di Polsek Pahandut. Dia memulai tugas sebagai Bhabinkamtibmas sejak tahun 2003 di Kelurahan Menteng.

Toha mengungkapkan, selama jadi Bhabinkamtibmas, hal yang tak pernah dilupakannya adalah menangani sengketa tanah. Dia pernah diacungi parang. Padahal, dia datang baik-baik agar sengketa bisa dimusyawarahkan dan diselesaikan.

”Tiga kali saya dibawakan parang. Dalam setiap persoalan saya berupaya netral. Kami rangkul ketua RT. Harapannya kepada masyarakat, agar tetap menjaga kamtibmas. Jangan sampai masalah kecil jadi konflik. Mari diselesaikan secara musyawarah,” ujar pria yang lahir 43 tahun silam di Magetan, Jawa Timur ini.

Pos terkait