Betah Banget, Banjir Di Jalan Ahmad Yani Pangkalan Bun Tak Kunjung Pergi

banjir tak kunjung surut
BANJIR: Suasana banjir di ruas Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Selasa (18/10) (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Arus lalulintas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih tersendat akibat banjir yang menggenangi jalur tersebut selama tiga hari terakhir.

Meski rawan masuk air di knalpot maupun busi basah dan berakhir dengan mogok, tetapi pengendara roda dua tetap nekat melintas.

Bacaan Lainnya

Ketinggian air mencapai sekitar 20 centimeter di titik tertentu terutama di depan Bank Mandiri dan memasuki simpang L Natai Pelingkau.

Menurut warga, banjir di ruas jalan tersebut biasanya tidak berlangsung lama. Ketika hujan turun dengan intensitas lebat dan durasi yang lama sifatnya hanya sesaat (banjir dadakan).

“Heran kali ini mengapa lama banjirnya, sudah tiga hari ini air masih merendam jalan, akses menjadi tersendat,” kata warga Kelurahan Baru, Saleh, Selasa (18/10).

Menurutnya selain sedimentasi dan sampah yang menutup drainase, masuknya air luapan Sungai Arut memperkuat dugaan air tidak kunjung turun.

Baca Juga :  Pengaruh Pola Makan Tak Sehat, Pasien Gagal Ginjal Terus Meningkat

Warga setempat lainnya, Rahman mengatakan, saat hujan deras terjadi beberapa hari lalu, limpahan air dari Natai Pelingkau yang merupakan dataran tinggi sangat deras, begitu pula dari arah Misbar. Sehingga titik banjir yang merupakan dataran rendah mendapat limpahan air dua arah tersebut.

“Kalau yang saya lihat di Pelingkau sangat deras mengalirnya, dan dari Misbar sehingga titik banjir ini merupakan dataran rendah yang menampung air dari dua arah tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pengguna roda empat tidak memacu kendaraannya saat melintas di titik banjir, karena akan mengakibatkan pengendara lain khususnya roda dua menjadi basah.

Untuk diketahui ruko dan kantor perbankan di titik banjir Jalan Ahmad Yani ikut terdampak, karena air memasuki hingga halaman kantor bahkan ke dalam tempat usaha warga di sisi kiri dan kanan ruas jalan tersebut. (tyo/sla)

Pos terkait