BETUL-BETUL KEJI!!! Dendam Bertubi Jagal Pasutri, Prarekonstruksi Gambarkan Sadisnya Pembantaian

pembantai pasutri
SEMPAT BERKELIT: Aji alias Utuh Zenit, pelaku pembunuhan pasutri di Palangka Raya saat menjalani prarekonstruksi, Minggu (9/10). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Sakit hati bertubi yang lama dipendam jadi alasan Fazri alias Aji alias Utuh Zenit (26) membantai pasangan suami istri Ahmad Yendi dan Fatmawaty. Dendam kesumat itu membuatnya jadi jagal kematian yang menghabisi kedua korban dengan cara sangat sadis.

Prarekonstruksi yang digelar aparat kepolisian menggambarkan sadisnya tragedi berdarah malam itu, 23 September 2022. Ada 21 adegan yang diperagakan di lokasi kejadian, Jalan Kamboja atau Jalan Cempaka. Pelaku telah merancang aksinya dengan matang. Agar lebih berani, dia terlebih dulu menegak campuran obat batuk, suplemen, dan alkohol.

Bacaan Lainnya

Puncak sakit hati Aji terjadi pada hari kejadian. Ketika itu, dia diminta membeli sesuatu. Setelah dibeli, korban meminta pelaku pulang dan mandi. Saat kembali ke rumah korban, pelaku dibuat kecewa karena suatu hal hingga sakit hatinya kian menjadi.

Baca Juga :  Community 2 Stroke Centra Borneo Tolak Geng Motor

Dendam Aji yang semakin membara itu mendorongnya membunuh kawan yang dikenalnya sejak 2016 itu. Namun, karena merasa masih kurang percaya diri, pelaku pergi ke apotek untuk membeli alkohol, obat batuk sepuluh butir, dan suplemen yang kemudian dicampur, lalu diminum.

Dalam pengaruh oplosan tersebut, Aji mengambil parang yang kemudian dibungkus karung. Parang yang sehari-hari digunakan pelaku untuk menebas rumput itu bakal jadi senjatanya untuk menebas rekannya sendiri.

Pelaku lalu mengendarai motor menuju rumah korban. Tiba di lokasi, dia memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari kediaman korban, kemudian menuju rumah melalui samping. Sebelum masuk, pelaku melepas pakaiannya hingga bugil. Setelah masuk rumah, pelaku langsung mengarah ke kamar korban.

Korban yang saat itu tengah tidur pulas, langsung diserang menggunakan parang di bagian kening. Korban sempat berbalik. Sajam itu kembali diarahkan ke wajah korban. Korban sempat menangkis, namun serangan bertubi membuatnya tak berdaya jadi bulan-bulanan pelaku.

Pos terkait