Bupati Kotim Ungkap Fakta Menyedihkan terkait Pelayanan Kesehatan

seminar nasional keperawatan
SAMBUTAN: Bupati Kotim Halikinnor saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan rakerwil PPNI di ABHS, Minggu (12/3). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit – Keberadaan tenaga kesehatan belum merata hingga pelosok desa. Akibatnya, warga pedalaman kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengakui tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di pelosok desa masih minim. Bahkan, ada sejumlah pustu yang tak memiliki tenaga kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Masih ada pustu-pustu yang belum punya perawat. Terkadang mereka sudah ditempatkan tugas di daerah tertentu, tapi merasa tidak sanggup bekerja,” kata Halikinnor usai menghadiri sekaligus membuka Rakerwil PPNI Kalteng di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Minggu (12/3).

Persoalan itu tidak hanya terjadi di Kotim, tetapi di berbagai daerah di Indonesia. Banyak aparatur sipil negara (ASN) atau tenaga kontrak tak semua yang mampu bertugas di pelosok desa dengan fasilitas seadanya, akses jalan yang terkadang sulit, belum berlistrik, hingga tidak memiliki  jaringan internet.

“Pemerintah sudah mempertahankan tenaga kontrak agar dapat mengisi sumber daya manusia (SDM) di pelosok desa terutama dari sisi pelayanan kesehatan dan pendidikan. Makanya, saya ingin warga yang memang asli di desa tersebut dibiayai di sekolahkan dan ketika lulus mengabdi di tanah kelahirannya. Karena, kalau bukan warga asli di desa tersebut maka sulit bagi mereka untuk betah dan bertahan,” katanya.

Baca Juga :  Berbagi Ilmu Mengurus Organisasi Wartawan

Sebagaimana diketahui, saat ini jumlah perawat yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Keanggotaan (SIMK) PPNI di Kalteng berjumlah 11.177 perawat yang tersebar di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

Secara rinci disebutkan, Kabupaten Kotim memiliki 1.474 perawat, Kotawaringin Barat 695 perawat, Kota Palangka Raya sebanyak 2.378 perawat, Kapuas sebanyak 1.212 perawat, Barito Selatan 700 perawat, Barito Timur 459 perawat, Barito Utara 567 perawat, Gunung Mas 567 perawat, Katingan 546 perawat, Lamandau 357 perawat, Murung Raya 639 perawat, Pulang Pisau 558 perawat, Seruyan 610 perawat, dan Sukamara 212 perawat.

“Ada 1.400 lebih perawat di Kotim, jumlahnya terbanyak kedua setelah Palangka Raya, tetapi itu masih belum memenuhi kebutuhan nakes di Kotim. Rumah sakit membutuhkan banyak perawat, belum lagi di RS Pratama Parenggean dan Samuda juga memerlukan perawat. Sementara, sebaran tugas di pustu desa masih ada yang kosong tidak ada tenaga kesehatannya. Maka, salah satu solusinya memperkerjakan tenaga kontrak untuk mengisi kekosongan, meskipun itu juga masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nakes di Kotim,” tandasnya. (hgn/yit)



Pos terkait