Cara IRT Pesisir Kumai Atasi Sulitnya Minyak Goreng

Bikin Minyak Kelapa Secara Konvensional

Cara IRT Pesisir Kumai Atasi Sulitnya Minyak Goreng
MINYAK KELAPA: Proses pembuatan minyak kelapa di kediaman Erlyana (38) warga Desa Sebuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Selasa (15/3). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

Sulitnya mendapatkan minyak goreng murah telah lama melanda Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari kota hingga desa merasakan dampaknya. Bahkan untuk mendapatkan minyak goreng, para ibu rumah tangga rela mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan jatah minyak goreng murah

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Bermula dari mahal dan sulitnya mendapatkan minyak goreng memotivasi para ibu rumah tangga di Desa Sebuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat untuk beraksi. Mereka memanfaatkan hasil alam kawasan pesisir yang kaya akan tanaman kelapa.

Buah kelapa tersebut diolah untuk menghasilkan minyak kelapa. Dengan teknologi sederhana mereka mendapatkan produk minyak goreng yang dinilai lebih sehat.

Seperti yang dilakukan Erlyana (38), ia kembali membuat minyak kelapa secara konvensional. Keahlian menghasilkan minyak kelapa sudah diperolehnya secara turun temurun. Meski belum mampu menghasilkan minyak secara besar-besaran, namun usahanya mampu mengurangi ketergantungan dengan minyak goreng dari kelapa sawit.

“Kelangkaan minyak goreng memicu gejolak di masyarakat, mereka panik sehingga muncul kekhawatiran mereka tidak bisa lagi menggoreng untuk kebutuhan lauk pauk keluarganya karena tidak memiliki minyak goreng,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Pejuang Literasi dari Ransel Buku

Proses membuat minyak kelapa tersebut dimulai dengan mengupas sabut kelapa yang sudah dipanen dari pohonnya. Sabut dipisahkan dari tempurung kelapa, proses dilanjutkan dengan melepas tempurung kelapa dan menyisakan daging buah kelapa.

Untuk melepaskan tempurung dan daging kelapa, ia membuat sendiri alat pemecahnya sehingga daging kelapa tetap bulat utuh.

Setelah proses awal selesai, dilanjutkan dengan memarut daging buah kelapa dengan menggunakan mesin parut untuk menghasilkan serbuk kelapa. “Tempurung kelapanya tidak kita buang, nantinya akan kita gunakan sebagai bahan bakar saat proses pembuatan minyak kelapanya, yaitu untuk merebus santan atau sari kelapa,” terangnya.

Untuk menghasilkan satu botol minyak kelapa, dibutuhkan sekitar delapan sampai sepuluh buah dan tergantung besar kelapa yang tersedia.

Pos terkait